Beranda Nasional Almarhum Sutopo Mendapatkan Anugerah Times Indonesia 2019

Almarhum Sutopo Mendapatkan Anugerah Times Indonesia 2019

276
BERBAGI

Jakarta (Radarnews.id) -Mendiang almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Sutopo Purwo Nugroho,M.Si yang telah berpulang pada 7 Juli 2019 lalu di Guangzhou, Tiongkok menerima penghargaan Posthumous Positive News Maker dari redaksi TIMES Indonesia karena dedikasinya dalam informasi bencana. (31 December 2019).

Hidup itu bukan panjang pendeknya usia, tetapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain yang selalu menjadi inspirasinya.

Sosok yang dikenal publik dalam menebar informasi bencana yang sedang terjadi di Indonesia dalam waktu yang cepat dan data yang akurat menjadikan dirinya dirindukan para pencari berita.

Sutopo meninggalkan Tanah Air menuju Guangzhou, Tiongkok untuk menjalani pengobatan sejak 15 Juni 2019 lalu atas rekomendasi Kepala BNPB Doni Monardo. Menurut dokter, waktu pengobatan yang dijalani Sutopo seharusnya memakan waktu selama 30 hari.

Akan tetapi Sutopo telah dipanggil terlebih dahulu sebelum menyelesaikan pengobatannya tersebut. Informasi terakhir, kanker yang dideritanya telah menyebar ke otak, tulang dan beberapa organ vital tubuh lainnya.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pahlawan Kemanusiaan dan informan andalan BNPB, Sutopo selalu tampil dengan penuh totalitas dalam memberikan informasi kebencanaan.

Sebagai contoh ketika Indonesia dilanda bencana bertubi-tubi pada tahun 2018 seperti gempabumi beruntun di NTB, gempabumi disusul tsunami dan likuifaksi yang dahsyat di Sulawesi Tengah, dan tsunami senyap di Selat Sunda.

Bencana tersebut menimbulkan banyak jatuh korban jiwa dan dampak kerugian mencapai puluhan trilyun rupiah. Pada saat yang bersamaan sesungguhnya, pada tahun 2018 Sutopo juga sedang berjuang untuk tetap hidup di tengah sakit kanker paru-paru yang menggerogoti tubuhnya.

Selain berjuang melawan penyakit kanker stadium 4B, ia juga tidak menyerah melawan berbagai berita yang simpang siur dan informasi bohong alias hoaks terkait bencana melalui media sosial yang ia kelola secara pribadi dan tentunya melalui siaran pers bersama para awak media semasa hidup.

Selama proses pengobatan kemoterapi di Indonesia, Sutopo selalu langsung kembali ke kantor untuk memberikan konferensi pers.

Di rumah sakit ia membuat siaran pers dan menyebarkan ke ribuan wartawan yang dikelolanya dalam grup WhatsApp bernama Wapena dan Medkom 1-7.

Sutopo juga sering menyelenggarakan konferensi pers di kediamannya ketika bencana terjadi pada akhir pekan. Di manapun dan kapanpun, Sutopo selalu hadir untuk mengabarkan informasi bencana di Tanah Air.

Selain pernah melakukan wawancara dengan media di rumah, ia juga melayani awak media di halaman rumah sakit, di mal, atau bahkan pernah di TPU Pondok Rangon saat dirinya melayat, dan sebagainya

Media dan masyarakat selalu menunggu penjelasan Sutopo setiap saat terjadi bencana.

Banyak media dan masyarakat yang membutuhkan informasi secepat mungkin.

Apa yang dilakukan Sutopo selama ini dengan memberikan pernyataan resmi dan menjelaskan kejadian dan penanganan bencana menjadi wujud bahwa negara hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apapun.

Pria kelahiran Boyolali, 7 Oktober 1969 itu selalu mencintai pekerjaaannya sebagai juru bicara BNPB. Ia juga selalu bekerja dengan passion sehingga karirnya selalu meningkat dalam waktu yang singkat.

Sutopo selalu berpesan dalam setiap kesempatan bahwa, “Kita jangan besar karena jabatan tapi dimana pun kita ditempatkan besarkan jabatan itu”.

Dedikasi Sutopo sebagai Aparatur Sipil Negara yang berprestasi telah dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang ia raih sejak tahun 2012, baik untuk individu maupun untuk unit kerja yang dipimpinnya yaitu Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Meski hampir semua penghargaan itu atas nama pribadinya, namun bagi Sutopo semua penghargaan itu ia didedikasikan untuk BNPB.

Beberapa penghargaan yang dicapai tahun 2018 dan 2019 adalah:
Tahun 2018:
1. The First Responder Asia, dari The Straits Times, Singapura
2. The Most Inspirational Aparat Sipil Negara (ASN), dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB)
3. Communicator of the Year 2018, dari Kementerian Komunikasi dan Informasi
4. Pegawai Sipil Negara (PNS) Inspiratif Terfavorit 2018, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB)
5. Outstanding Spokeperson of the Year 2018, dari dari Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC)
6. Pejabat Tinggi Pratama Teladan, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB)
7. Tokoh Komunikasi Kemanusiaan, dari Kementerian Komunikasi dan Informasi
8. Human Initiative Award 2018, dari PKPU
9. Tokoh Teladan Anti Hoax, dari Mafindo
10. Humas Pemerintah Terbaik, dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas Indonesia)
11. Inspirator Terbaik Penyintas Kanker Paru, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
12. IAGI Award 2018, dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
13. PNS Inspiratif 2018, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB).

Tahun 2019:
1. Obsession Award 2019 Kategori Best Bureaucrats, dari Obsession Media Group (OMG)
2. Tokoh Perubahan Republika 2018, dari Republika
3. Public Relation Berkinerja Cemerlang, dari Majalah PR Indonesia
4. Liputan6 Awards 2019 Kategori Pengabdian Masyarakat, dari SCTV
5. Public Relations Berkinerja Cemerlang, dari Majalah PR Indonesia
6. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
7. Penghargaan Pengabdiannya Tanpa Batas dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
8. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengabadikan namanya menjadi salah satu nama Auditorium BNPB di Lantai 15 sebagai tempat pertemuan dan konferensi pers
9. Anugerah ASN 2019 sebagai “Dia Yang Dikenang”
10. Posthumous Positive News Maker Anugerah TIMES Indonesia (ATI 2019)

Sekali lagi, hidup itu bukan panjang pendeknya usia, tetapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain yang selalu menjadi inspirasinya.

Meskipun telah tiada, penghargaan dari media terus membanjirinya. Semoga hal ini menjadi semangat kami untuk meneruskan perjuangannya sebagai informan bencana dan melahirkan Sutopo-Sutopo muda lain.(efrizal)