Beranda Budaya Waw Kreen,,? Peserta Gunakan Atribut Barang Bekas di Karnaval Pamalayu dengan Tema...

Waw Kreen,,? Peserta Gunakan Atribut Barang Bekas di Karnaval Pamalayu dengan Tema “Go Green Save Our Earth

212
BERBAGI

DHARMASRAYA, (Radar News) -Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karnaval yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten ke 16, terlihat berbeda. Mengangkat nama Karnaval Pamalayu, acara yang diikuti oleh berbagai instansi dan sekolah itu berlangsung sangat meriah dan semarak sepanjang parade pawai yang berlangsung dari jembatan kabel PDRI Sungai Dareh hingga Depan Kantor Bank Nagari Pulau Punjung pada Rabu (8/1) pagi.

Para peserta karnaval yang berjalan mulai dari Jembatan Kabel PDRI Sungai Dareh hingga ke depan Kantor Bank Nagari Pulau Punjung itu tampak mengenakan beraneka kostum dan atribut unik serta menarik, yang dikreasikan dari berbagai barang bekas. Seperti koran bekas, plastik bekas, karung bekas, botol bekas, dan barang-barang bekas lainnya. Malah ada juga pakaian yang dikreasikan dari dedaunan.

Hal ini tak pelak mengundang perhatian para penonton. Ribuan penonton terlihat tumpah ke jalan di sepanjang lintasan karnaval, menyaksikan penampilan setiap peserta. Ditambah lagi dengan aksi kocak sang MC Karnaval, Agusman Irwan dalam memandu acara, membuat acara karnaval berlangsung semakin menarik.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan bersama Wakil Bupati, H. Amrizal Dt Rajo Medan beserta istri pun tampak tak henti tersenyum menyaksikan penampilan para peserta dari panggung utama, di depan Kantor Bank Nagari.

Memang, pada Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya ke 16 ini, pemerintah daerah mengusung konsep karnaval yang berbeda. Yakni Fashion Kreasi dengan tema “Go Green Save Our Earth”.

Bupati Sutan Riska mengaku sangat mengapresiasi para peserta karnaval yang telah memanfaatkan barang-barang bekas menjadi kostum karnaval yang begitu unik, indah dan menarik.

Bupati berharap, konsep yang diangkat melalui karnaval ini, dapat menjadi sarana untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sampah atau barang-barang tak terpakai menjadi sebuah produk inovatif. Sehingga, selain dapat menanggulangi persoalan sampah, pemanfaatan sampah dan barang bekas ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. (gus).