Beranda Jakarta Bertemu Try Sutrisno dan Buya Syafii Maarif, Bicarakan Implementasi Sila ke 5...

Bertemu Try Sutrisno dan Buya Syafii Maarif, Bicarakan Implementasi Sila ke 5 dan Radikalisme

167
BERBAGI

Jakarta, (Radar News) – Pada 10/01/2020
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pagi ini menerima Wakil Ketua Dewan Pengarah yang juga Wapres ke 6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dan Buya Syafi’i Ma’arif di Kantor Wapres Jalan Merdeka Utara Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dalam pertemuannya Try Sutrisno mengungkapkan bahwa dirinya bersama Buya menyampaikan hasil rapat dan evaluasi capaian BPIP selama dua tahun.

“BPIP selama dua tahun ini kita evaluasi tentang hasil apa saja yang sudah dicapai yang menyangkut konsolidasi dari BPIP itu. Baik dari organisasi, pengisian personil dukungan-dukungan sampai kepada anggarannya,” ujarnya.

Hal serupa juga sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu

“Terakhir kami diterima Presiden, untuk melaporkan ini semuanya dan kami berdua khusus melaporkan itu semua tadi kepada Bapak Wapres supaya sama-sama off the book lah, sama-sama mengetahui situasi,” terangnya.

Dikesempatan yang sama Buya Syafi’i Ma’arif menuturkan, bahwa Wapres menanggapi positif atas laporannya.

“Positif ya. Karena Badan baru dari UKP menjadi BPIP berkembang ya. Kita jd memerlukan, kalau menurut Bu Mega itu kantor kita jangan lepas dari Ring 1 ini. Karena kita pancasila, ini ideologi,” ucapnya.

Buya menambahkan yang menjadi kendala selama ini dalam pelaksanaaan Sila Kelima Pancasila, menurutnya masih jauh sekali dari harapan.

“Tadi kita bicarakan juga soal UMKM segala macam, itu memang saya rasa kalau keadilan ketimpangan masih begini terus, kita akan agak khawatir masa depan bangsa ini,” tegasnya.

“Selama bertahun-tahun dan itu bersangkut paut dengan Sila Kelima, Keadiln Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Nah kalo ini berjalan, itu barangkali yg lainnya akan dengan sendiri secara berangsur membaik. Jadi kita sangat concern dengan itu. Sudah lebih dari 74 tahun kita merdeka, Sila Kelima ini kan bermasalah terus. Kita sebut kita angkat kita bicarakan tapi implementasinya belum,” pungkasnya.(efrizal)