Beranda Pemerintah RTH Logas Sijunjung Jadi Ikon Ibu Kota, Air Mancur Menari Dilaunching Februari...

RTH Logas Sijunjung Jadi Ikon Ibu Kota, Air Mancur Menari Dilaunching Februari Mendatang

191
BERBAGI

SIJUNJUNG, (Radar News) -Wajah ibukota Muaro Sijunjung mulai ditata dan dipercantik. Setidaknya kegiatan pembangunan pada tahun 2019 kemarin dalam hal infrastruktur di pusat ibukota Kabupaten mulai terlihat dan memberikan nuansa perubahan. Salah satunya dengan adanya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di simpang Logas, Muaro Sijunjung.

Pembangunan RTH yang memiliki kesan kearah moderenisasi itu diharapkan mampu menjadi ikon ibukota yang baru. Bahkan, kegiatan pembangunan yang menelan dana APBD secara keseluruhan mencapai Rp9 miliar lebih itu difokuskan agar mampu menjadi “madu” untuk menarik kunjungan masyarakat serta mendorong sektor perekonomian menengah kebawah.

Saat ini pembangunan RTH secara umum sudah selesai dilakukan, dan serahterima dari pihak kontraktor kepada pemerintah daerah juga sudah dilakukan. “Penyerahan secara resmi RTH Logas dan masa pemeliharaan telah dilakukan pada tanggal 8 Januari kemarin PHO-nya dilakukan. Dan akan dilaunching saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung pada Februari mendatang,” tutur Syatria Zali selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Pembangunan RTH Logas yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung itu dengan luas total 7.600 meter persegi, merupakan taman kota dan ruang publik yang dibagi dua lokasi yang dipisahkan Jalan M. Yamin.

Taman tersebut memiliki bermacam fasilitas diantaranya panggung pertunjukan, tugu Lansek Manih, pohon lampu, pendestrian, fitness outdoor, high mast, taman lampu, taman bunga, toilet, dan air mancur menari warna-warni diiringi musik sebagai daya tarik utama.

Tak ayal, pada saat tahap uji coba beberapa waktu lalu, antusias masyarakat cukup tinggi untuk menyaksikannya. Bahkan keindahan air mancur menari dan kilauan lampu pernak pernik yang menghiasi taman tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa waktu lalu.

“Pembangunan RTH Logas memiliki beberapa tahap. Pada tahun 2018 memakai anggaran sebesar Rp1,5 miliar dan dilanjutkan di tahun 2019 senilai Rp6,5 milar lebih. Kemudian untuk tahun 2020 sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga akan dibangun dengan dana Rp1,5 miliar,” jelasnya.

Secara tidak langsung, hal itu seolah menjawab bahwa nuansa seperti itulah yang selama ini dinantikan oleh masyarakat di Kabupaten Sijunjung. Sementara lokasi di depan Kantor Pos (gedung joeang) akan dibangun Pujasera serta sejumlah fasilitas umum pendukung lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kabupaten Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si. menjelaskan. Pada tahun 2020 sejumlah fasilitas pendukung lainnya akan dibangun dilokasi tersebut, tepatnya berhadapan dengan RTH atau disekitar gedung Joeang.

“Tahun ini akan dibangun pujasera disekitar Gedung Joeang itu, sebagai pusat kulinernya. Kita sudah punya taman RTH, tentu harus ada pusat kulinernya. Karena selain untuk mempercantik wajah ibukota, RTH ditujukan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” terang Benny.

Dijelaskannya, lokasi tersebut diharapkan mampu untuk menjadi pusat kunjungan. “Lokasinya strategis. Nanti akan dibangun kios-kios untuk pedagang, fasilitas seperti tempat parkir, toilet dan lainnya tahun ini akan dibangun. Kita bisa perkirakan akan ada peningkatan pengunjung serta memberikan kontribusi terhadap sektor perekonomian masyarakat,” jelas Kepala Bapppeda.

Disisi lain, hadirnya RTH diharapkan agar menjadikan Kabupaten Sijunjung sebagai pusat kunjungan wisatawan. “Setidaknya ini bisa menjawab apa yang dibutuhkan oleh masyarakat selama ini. Kita tidak perlu lagi pergi ke daerah lain untuk mengisi waktu libur, karena disini kita telah memiliki sendiri,” tambah Benny. (the)