Beranda Daerah Banjir dan Longsor di Sijunjung Melanda Rumah Warga , Jalinsum Sempat Lumpuh

Banjir dan Longsor di Sijunjung Melanda Rumah Warga , Jalinsum Sempat Lumpuh

332
BERBAGI

SIJUNJUNG, (Radar News) -Kabupaten Sijunjung dikepung bencana alam banjir dan longsor setelah diguyur hujan lebat. Ratusan rumah dan hektar lahan pertanian warga terendam banjir dan luapan air sungai, selain itu sejumlah rumah juga mengalami kerusakan akibat tanah longsor.

Setidaknya, empat kecamatan yang mengalami kejadian bencana akibat hujan deras yang melanda Sijunjung, namun dampak paling parah terjadi pada dua kecamatan yaitu, kecamatan Tanjung Gadang dan Kamang Baru pada, Selasa (21/1).

Dikecamatan Kamang Baru kejadian longsor dan banjir merendam rumah warga dan mengalami kerusakan. Selain itu ruas jalan lintas sumatera sempat mengalami macet total akibat tertutup material longsor. Bahkan satu unit rumah bergeser hingga kebahu jalan lintas dan mengalami kerusakan akibat longsor.

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin bersama Kepala BPBD, Kepala Dinas PU langsung turun kelokasi dan melakukan peninjauan kelapangan dan meninjau posko logisitik dan dapur umum yang telah disediakan di nagari Muaro Takuang untuk membantu warga yang terdampak bencana.

Pihaknya mengatakan, sejumlah daerah di Kabupaten Sijunjung terdampak bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, luapan sungai hingga pohon tumbang. “Ada empat Kecamatan yang terdampak, dua diantaranya kecamatan Tanjung Gadang dan Kamang Baru terdampak cukup parah,” tuturnya, Selasa (21/1) dilokasi kejadian.

Hingga pukul 17.20 WIB anggota BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi warga untuk menghindari korban jiwa. “Kejadian semenjak Selasa (21/1) dini hari, akibat hujan lebat pada malam harinya yang melanda sejumlah daerah di Sijunjung. Kemudian hal itu menyebabkan terjadinya banjir dan longsor karena debit air yang cukup tinggi,” jelasnya.

“Hingga saat ini ketinggian air yang menggenangi rumah warga sudah mulai menyusut, namun belum bisa diprediksi karena curah hujan masih tinggi. Untuk korban jiwa hingga kini belum ada laporan yang kita terima,” katanya.

Terkait jumlah rumah warga yang terdampak, BPBD masih melakukan penghitungan dilapangan. “Kita masih fokus pada proses evakuasi warga, kemudian mempercepat penanganan pada titik vital, seperti jalan lintas dan rumah yang terdampak longsor. Namun ada posko logistik yang telah didirikan untuk membantu warga yang terdampak,” sebutnya.

Di Nagari Muaro Takuang, kecamatan Kamang Baru sejumlah rumah warga juga terdampak banjir dan longsor akibat luapan air Sungai Batang Takuang. “Air juga merendam rumah warga hingga ketinggian dua meter. Ada rumah warga yang rusak akibat longsor, kemudian longsor juga menutupi badan jalan lintas,” ujarnya.

Namun, untuk rumah warga yang rusak akibat tanah longsor di Nagari Muaro Takuang tercatat sebanyak tiga unit rumah dan satu ruko. Sedangkan Di nagari Tanjung Lolo, kecamatan Tanjung Gadang tercatat sebanyak 141 rumah yang terdampak bencana banjir yang hingga ketinggian air mencapai satu meter lebih. (the)