Beranda Daerah KNPI Lamtim Berharap Perda No1 2019 Tak Sekedar Sosialisasi & Edukasi

KNPI Lamtim Berharap Perda No1 2019 Tak Sekedar Sosialisasi & Edukasi

276
BERBAGI

Lampung timur (Radar News) – Narkotika dan obat terlarang (Narkoba) Merupakan bahaya laten yang harus di perangi bersama terutama dikalangan remaja,pemuda dan masyarakat pada umumnya.

Terkait hal tersebut anggota DPRD Provinsi Lampung,M. Khadafi Azwar, S.H menggandeng BNNK dan DPD KNPI Lampung TImur menggelar Sosialisasi peraturan daerah (Perda) No 1 tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif yang berlangsung didesa Sukadana ilir, kecamatan Sukadana, Lampung Timur (25/01/20).

DPD KNPI Lamtim melalu wakil sekretaris Arif Wijaya Putra sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya dengan disosialisasikan perda no 1 tahun 2019 bisa memberikan kepastian hukum keseluruhan lapisan masyarakat,sehingga perda tersebut memberikan kepastian bagi seluruh element untuk bersinergi dalam rangka mengatasi masalah narkoba.

“Kita mengapresiasi DPRD Provinsi Lampung dan Pemerintah daerah Provinsi Lampung yang sudah memberikan kepastian hukum bagi seluruh stackholder dalam rangka melaksanakan antisipasi dini, pencegahan, penanganan penyalahgunaan narkoba khususnya di provinsi Lampung dan Lamtim”.ujar Arif

KNPI menilai Kegiatan sosialisasi Perda tersebut tentu saja sangat bermanfaat, sebagai penghubung untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

“KNPI berharap Antisipasi dini dan Pencegahan penyalahan gunaan Narkoba, tidak hanya sebatas memberikan sosialisasi dan edukasi tentang dampak, bahaya dan larangan, tetapi juga perlu di fikirkan bagaimana mengalihkan kegiatan-kegiatan anak muda kearah yang lebih positif diantaranya melalui pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, seni dan olahraga, itu semua akan memberikan ruang yang lebih luas bagi perkembangan kualitas dan cara berfikir anak muda”tambah pemuda yang akrab disapa bung Arief ini.

Oleh karena itu perlunya cara pencegahan dan penanggulangan dengan metode preemtif, prefentif, refresif dan rehabilitasi yang dilakukan oleh semua unsur seperti Pemerintah, aparat Kepolisan dan segenap elemen masyarakat lainnya guna menyelamatkan generasi penerus bangsa kedepan.

“Untuk menanggulangi para pecandu yang sudah ketergantungan Narkoba, harus dilakukan melaui jalur rehabilitasi medis, psikis, dan sosial secara terpadu dan terintegrasi. Karena melalui jalur ini apabila dilakukan secara massif terpadu dan berkesinambungan serta didukung oleh segenap komponen bangsa, maka peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba akan semakin berkurang”tegasnya.

Di ketahui perda tersebut memberikan kepastian bagi seluruh element untuk bersinergi dalam rangka mengatasi masalah narkoba, baik pemerintah, masyarakat maupun media.(R*/KMS)