Beranda Daerah Group WAG Menuju Dharmasraya 2020 Bentuk Tim Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19, Satu...

Group WAG Menuju Dharmasraya 2020 Bentuk Tim Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19, Satu Hari dana Terkumpul Rp 40 Juta

190
BERBAGI

DHARMASRAYA, (RADARNEWS.ID) -Merebaknya wabah Covid-19 yang telah menjadi pendemi global, telah mematikan pergerakan ekonomi bagi Masyarakat Indonesia. Bahkan warga Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatra Barat juga ikut merasakan persoalan ini, terutama bagi keluarga Orang dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang telah mengisolasikan diri secara mandiri. Begitu juga dengan Keluarga kurang mampu sejak dulu serta Keluarga yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19.

Selain itu, diberbagai media informasi dikabarkan ribuan nyawa melayang akibat Covid-19 ini, bahkan berapa orang tenaga medis pun meninggal dunia. Parahnya, persoalan ekonomi menjadi poin utama dan telah berdampak nyata, terutama di Masyarakat Dharmasraya.

Khusus di Kabupaten Dharmasraya, 1143 orang masuk dalam daftar Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit ( PPT) dan Orang Dalam Pemantauan ( ODP) 59 jiwa dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) 1 orang.

Dalam menghadapi situasi ini, tim Medis di bumi mekar Dharmasraya kekurangan safety kesehatan yang memadai atau Alat Pelindung Diri (APD). Sedihnya, demi tugas menyelamatkan nyawa masyarakat, mereka hanya memakai jas hujan.

Namun, apresiasi besar kiranya perlu diberikan kepada para Keluarga ODP dan PDP. Demi mematuhi himbauan dari Pemerintah dan Kapolri, agar Warga tersebut mengisolasikan diri secara mandiri dirumah masing-masing, tentunya hal ini memberatkan bagi para pekerja yang menggantungkan hidupnya di luar rumah, seperti tukang ojek pangkalan, pedagang kecil di pasar hingga petani karet yang sudah tak bisa lagi menjual hasil kebunnya karena tak ada lagi oerusahaan maupun toke yang membeli karet.

Berdasarkan hasil pantauan bersama di lapangan, ditemukan beberapa warga yang sudah tidak mampu lagi untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari, baik itu beras, minyak goreng, cabe hingga token listrik dan gas elpiji pun tak sanggup mereka beli. Begitulah dampak ekonomi yang dirasakan oleh Masyarakat Dharmasraya saat ini akibat wabah Covid-19.

Beranjak dari kondisi saat ini, dan sebagai upaya mengantisipasi persoalan lain yang akan muncul serta demi mendukung upaya penanganan Covid-19 di Dharmasraya. Membuat sebagian besar Anggota group WAG Menuju Dharmasraya 2020 termotivasi untuk membentuk Tim Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19 dengan tujuan menggalang dana dan pendistribusian langsung kepada Masyarakat yang layak penerima bantuan.

Hasil penggalanagan ini nantinya akan disalurkan berupa bantuan sembako bagi Kepala Keluarga Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah mengisolasikan diri secara mandiri. Dan prioritas bagi keluarga kurang mampu sejak dulu ditambah dampak COVID- 19, serta Keluarga kurang mampu dampak COVID-19.

Hal ini dilakukan mengingat penyebaran Virus Covid-19 merupakan masalah serius yang harus segera ditangani bersama. Tentunya dengan kebersamaan ini diharapkan mampu meringankan beban Saudara Kita bersama. Salah satunya dengan Tim Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19.

Tak menunggu lama, pada Minggu (29/3) siang beberapa anggota WAG Menuju Dharmasraya 2020 menggelar diskusi tatap muka sekaligus membentuk Tim Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19. Mereka berasal dari latar belakang dan profesi berbeda yakni, Ustadz H.Jonika Amdodi, Aktivis dan Praktisi Hukum, Pandong Spenra, Penggerak GSB, Irzon Efendi, Surya Kusuma, pihak perbankan, Havis, dan sejumlah Wartawan diantaranya Ilka Saputra, Guspira Ardillah, Roni Aprianto dan beberapa orang pemuda lainnya.

Penanggung Jawab Dharmasraya Peduli Dampak Covid19, Ustad Jonika Amdodi didampingi Pandong Spenra, Irzon Efendi dan peserta lainnya menjelaskan bahwa aksi kali ini merupakan salah satu bentuk solidaritas terhadap sesama, sekaligus wujud apresiasi kepada Warga yang telah taat dan patuh terhadap himbauan Pemerintah dan Polri agar mengisolasikan diri di rumah.

“Aksi sosial ini muncul akibat rasa kepedulian atas kondisi Covid-19 yang terus mewabah di Kabupaten Dharmasraya sekarang ini,” ujar Penanggung Jawab Dharmasraya Peduli Dampak Covid-19, Ustad Jonika Amdodi didampingi Pandong Spenra, Andi Pitopang.

Ia menjelaskan dalam diskusi tersebut, dibentuk tim dan ditotal jumlah dana yang dibutuhkan, stategi distribusi, dan cara penggalangan dana serta mencatat nama- nama Donatur yang bakal menyumbang untuk aksi sosial tersebut.

“Konsepnya, orang mampu, membantu orang yang tidak mampu. Pengumpulan dana dan penerima bantuan berdomisili di wilayah yang sama. Basis kesamaan domisilinya adalah Kecamatan,” jelasnya

Katanya, untuk target tahap I (Satu), pada Kecamatan Pulau Punjung dan Nagari Gunung Medan Kecamatan Sitiung. Adapun nagari yang menjadi target sebaran tersebut antara lain, yakni ;
1. Nagari IV Koto Pulau Punjung, 2. Nagari Sei Kambut 3. Nagari Gunung Selasih, 4. Nagari Sungai Dareh, 5. Nagari Sikabau, 6. Nagari Tebing Tinggi, 7. Nagari Gunung Medan dan Nagari Siguntur

“Ditargetkan tahap 1 ini total bantuan sembako, lebih kurang 120 Paket dengan estimasi biaya Rp. 100 juta,” katanya

Ia menjelaskan teknis penggalangan dana ini dilakukan dengan beberapa strategi seperti, mendata orang yang mampu dan mau berbagi di Kecamatan Pulau Punjung ditambah Nagari Gunung Medan. Kedua, mendatangi lansung orang yang di rekomendasikan untuk didatangi. Ketiga, membuat rekening atas nama PEDULI DAMPAK COVID-19 DHARMASRAYA dengan penanggungjawab Haviz Afdhal Hakim dan Andi Pitopang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Irzon Efendi yang akrab dikenal dengan Andi Pitopang menjelaskan awalnya pihaknya telah mengupayakan sistim “Katidiang” di WA group Menuju 2020 dan telah terkumpul dana Rp. 500 ribu. Hal ini dilakukan karena termotivasi oleh tim Gerakan Subuh Berjamaan (GSB) Dharmasraya yang telah lebih dulu memberikan bantuan sembako kepada Keluarga yang telah mengisolasikan diri dirumah.

“Dana yang digalang tersebut nantinya akan belikan sembako bagi Warga yang masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan. Ide ini muncul, Sabtu (28/3) dari beberapa Anggota group dan direspon Anggota lainnya

“Insya Allah secepatnya direalisasikan, ditargetkan dalam beberapa hari kedepan telah terealisasi,” pungkasnya.

Terpisah, Penanggung Jawab Dharmasraya Peduli Dampak Covid 19, Ustadz H.Jonika Amdodi menambahkan, gerakan ini murni gerakan Kemanusian dengan tema “si kaya membantu simiskin “dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita berharap melalui gerakan ini memantik empati jajaran pemerintah, kalangan berduit untuk saling membantu atau menyisihkan sebagian kekayaannya untuk si miskin,” tegasnya Ketua Pembina GSB Dharmasraya itu.

Menurutnya, sebelum ini, Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) Pulau Punjung, Dharmasraya telah melakukan aksi sosial tersebut, yakni membantu Warga yang masuk daftar ODP dan PDP serta Keluarga kurang mampu terdampak Covid-19.

“Sudah kita distribusikan, namun baru skala kecil. Nah, pertemuan ini adalah aksi yang lebih besar lagi. Seperti yang Kita sepakati, Kita butuh dana Rp 100 juta. Dana Kita sudah ada Rp.40 juta sumbangan dari Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Ir.H.Adi Gunawan,MM” pungkasnya.

Sementara itu, Penanggungjawab sekaligus Ketua Bidang Pendanaan Peduli Dampak COVID-19 Dharmasraya Pandong Spenra menambahkan, konsep sederhana gerakan tersebut yakni mengajak seluruh lapisan Masyarakat agar dimana saatnya orang mampu dapat membantu orang yang tidak mampu.

Dalam rencana awal pengumpulan dana dan pendistribusian bantuan sesuai domisili di wilayah yang sama. Basis kesamaannya adalah. berdasarkan Kecamatan.

“Sederhananya kita ingin mengajak orang mampu di Kecamatan A akan membantu orang tidak mampu di Kecamatan A. Namun ini baru konsep sementara, jika ini berjalan dan mendapat dukungan tentu akan disempurnakan kembali menengai strategi pendanaan dan pendistribusian,” ungkap dia.(Ard).