Beranda Daerah “Petani Karet Menjerit, “Ketika Wabah Covid-19 Melanda Dunia

“Petani Karet Menjerit, “Ketika Wabah Covid-19 Melanda Dunia

162
BERBAGI

Batu Raja, (RADARNEWS ID) -Ketika Wabah Virus Corona (Covid-19) melanda dunia,bukan hanya berdampak terhadap kesehatan manusia, namun berdampak luas terhadap sektor perekonomian, salah satunya komoditi karet.
Akibat dampak covid 19 saat ini harganya karet merosot drastis.

Salah seorang petani karet,Alek(37) warga desa Makarti Tama kecamatan peninjauan kab OKU saat di temui di kebun karet, mengatakan.
Harga balam Mak ini ancur Nian .( Red harga karet sekarang Hancur ) untuk 10 hari hanya dihargai pengepul Rp 3.500,Rp. 5.000 per kg (itu sudah sampai gudang).
Sementara pengepul yang membeli dipinggir jalan berkisar Rp 4000 hingga Rp 5.500 perkilogramnya,” ujar nya.

Terpisah dengan Hendri (45) seorang juru timbang bos karet mengatakan,Mirisnya lagi kata saat ini hasil sadapan mengalami penurunan drastis, akibat cuaca tidak menentu.

Disamping itu, sejumlah pengepul yang biasa masuk ke kebun, saat ini banyak yang istirahat dengan alasan kesulitan menjual karet ke pabrik, sekarang jangan kan untuk mainkan harga, untuk mendapatkan karet saja sulit,apalagi bermain katanya.

Berbeda halnya dengan pengepul karet desa Makarti Tama Rudick,mengatakan untuk saat ini kami pengepul karet susah untuk mengatasi,keluhan petani apalagi sekarang cuaca tidak stabil dan getah pun berkurang, sementara petani ingin makan,kadang kami merasa iba,tapi apa boleh buat, saya jujur katakan lebih baik,kami istirahat,dan menghindar dulu ke kota ,atau istirahat ke luar kota, untuk menghindari para petani minjam uang, semenjak wabah Covid-19 melanda Dunia banyak sekali petani mengeluh dan memelas untuk minjam uang tegas pengepul getah ini.

“Untuk sementara kami istirahat membeli,kami hanya mengepul milik sendiri dulu,saya tidak berani spekulasi lagi takut,tegas Rudick.
Sekarang tenaga sadap kami hasil dibagi dua dengan pemilik kebun, dapat dibayangkan berapa hasil yang mereka terima jika dalam seminggu cuma dapat 100 hingga 200 kilogram dengan harga Rp 3500 hingga 5000 ini. perkilogran,” ujar Rudick.

Rudick juga mengaku khawatir dengan kondisi saat ini. “Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktifitas diluar rumah untuk mengantisipasi dampak Covid-19. tentu saja kami cemas jika ini berlangsung lama, sedangkan kebutuhan rumah tangga para petani harus tetap dipenuhi,” apalagi sekarang di kabarkan kan ada desa tetangga kami di Desa penilikan ada seorang warga dalam pengawasan Tim satgas Covid-19 ,dan Sekar ang sedang di isolasi tegasnya.

Terpisah seorang petani karet yang menyadap di desa Makarti jaya Udin (35)mengatakan ,kali Mak ini mati kami pak, kalau pun tidak ada solusinya dari pemerintah tegas Udin.(Amel).