DHARMASRAYA, (RADARNEWS ID) -Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatra Barat, Yosrisal sangat menyesalkan buruknya penanganan pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Tim Gugus tugas Covid19 dalam menangani persoalan covid19. Hal ini disampaikan langsung oleh Yosrisal usai meninjau tempat Isolasi pasien positi covid-19 dan berkomunikasi dengan pasien positif covid19 di Covid-19 Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung pada Kamis (30/4).
“Hari ini (30/4) saya berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung tempat isolasi 4 orang Pasien positif Covid-19 di Puskesmas Sialang dan sempat berinteraksi via telephone dengan salah satu pasien positif,” Ujar Yosrisal yang juga Tim Pengawas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 DPRD Provinsi Sumbar tersebut.
ia menambahkan, salah satu pasien berinisial S (51) mengatakan tidak pernah dicek kesehatannya selama 5 hari di Isolasi. Bahkan kran air dibeli sendiri oleh pasien.
“Pengakuan pasien yang didengarkan langsung oleh tim medis diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan pasien yang diisolasi sangat buruk, baik kebutuhan hidup (makan) dan kebutuhan kesehatan (Obat),” jelasnya
Yosrisal menambahkan, saking tidak siapnya, untuk kran air saja pasien yang beli. “Bahkan pasien S mengaku temannya pada hari pertama sarapan jam 16.00 wib, karen makanan baru diantar jam 15.00 wib,” jelasnya
Yosrisal mengaku sangat menyayangkan hal ini, disaat pasien bersedia untuk diisolasi namun tak diberikan pelayanan yang baik.
“Sungguh banyak kekurangan dilapangan yang menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah TIDAK SIAP dalam penanganan pasien Covid-19 ini,” tegas Mantan Anggota DPRD Dharmasraya dua periode tersebut.
Katanya ada beberapa catatan yang ditemui dilapangan dan ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah. Diantaranya, pertama, minimnya anggaran dari Pemerintah Daerah Dharmasraya untuk penanganan Covid-19, bahkan tidak ada kejelasan hingga hari ini. Kedua, minimnya sarana penunjang untuk tenaga kesehatan (pembekalan sesuai SOP, APD, Obat-obatan dan Insentif). Ketiga, Ruang Isolasi yang tidak sesuai standar, yang harusnya 1 ruangan 1 pasien (Dilapangan 1 ruangan untuk 4 Pasien).
“Saya berharap hati Pemerintah Daerah terketuk untuk lebih serius menangani penanganan Covid-19 ini. Saya bermohon,” harapnya
Terpisah Juru Bicara Penanganan Covid19 Dharmasraya, dr. Rahmadian mengatakan bahwa petugas medis tidak mungkin sering- sering ke dalam ruangan isolasi karena keterbatasan Alat Pelindung Diri ( APD). Di samping itu, mereka juga pasien orang tanpa gejala (OTG).
“Sejak hari pertama mereka dirawat, langsung mengontak saya. Apa yang mereka keluhkan langsung kita penuhi,” terang dr. Rahmadian.
Menurutnya, daerah yang sudah menyiapkan karantina di Padang dan Padang Panjang. Kalau mereka ditempatkan di sana, kasihan terlalu jauh dari keluarga.
” Kita selalu memikirkan mereka, walaupun kita juga tetap harus memotivasi petugas- petugas kita yang memang punya rasa takut dan itu manusiawi. Kita akan segera memindahkan mereka ke tempat yang baru,” jelasnya
Terkait ruangan isolasi, Rahmadian membenarkan bahwa ruangan isolasi di Puskesmas Sialang tidak memungkinkan, karena sempit.
“Kalau kapasitas memang tidak memungkinkan, karena sempit untuk 4 orang. Kalau tanpa sekat tidak masalah, begitu arahan dari ahli, yang penting sama-sama positif. Asal jangan satu rapid positif digabung dengan swab positif,” ujarnya
Rahmadian menambahkan kalau kebersihan, saya sudah komunikasi di hari kedua dengan Tuan S. Dan dia memaklumi, bahkan dia yang menawarkan bahwa dia saja yang bantu
Cleaning service.
“Kita tentu tidak setiap saat masuk ruangan, karen harus pakai APD. Hanya saja laporan kita bahwa Tuan S, sedari awal, sejak diambil swab sudah komplain, dan temperamen. Setiap hari ada saja yg dikeluhkan, dan kita tampung,” pungkasnya (Ard).



