Beranda Bansos KEPALA KAMPUNG NEGARA AJI TUA,” DI DUGA MELAKU KAN PEMALSUAN DATA PENERIMA...

KEPALA KAMPUNG NEGARA AJI TUA,” DI DUGA MELAKU KAN PEMALSUAN DATA PENERIMA BANSOS COVID-19 DARI KEMENSOS

1732
BERBAGI

Lampung Tengah,(RADARNEWS.ID)- Pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari KEMENSOS  kepada kemasyarakat di Kampung Negara Aji Tua yang terdampak pendemi covid 19 di duga ada penyimpangan, dan di warnai masalah mulai dari pendataan yang salah serta pengambilan bantuan atau pendistribusian yang tidak tepat pada sasaran.

Seperti hal yang terjadi di kampung Negara Aji Tua Kecamatan Anak Tuha Kupaten lampung Tengah,masyarakat menemukan ketidak beresan dalam pembagian Bantuan Sosial Tunai ( BST ) seperti yang di katakan HENGKY selaku warga masyarakat sekaligus anggota Badan Pemerintah Desa ( BPD ) di Kampung Negara Aji Tua membenarkan jika pembagian Bantuan Sosial Tunai ( BST )tersebut terindikasi ada kecurangan dan tidak transpran hal tersebut di buktikan dari data temuan nama peserta yang Notaben nya sudah Meninggal Dunia (MD) tetap mendapat BST tersebut.

Masih ada beberapa nama keluarga besarnya Kepala Kampung (KAKAM) yang mendapatkan bantuan tersebut yang seharus nya tidak layak mendapatkan bantuan, sementara yang harus atau layak mendapatkan tidak menerima BST. sementara yang mendapat BST itu masih kolega dan ada hubungan keluarga kepala kampung jelas HENGKY pada hari Jum’at (15 mei 2020) di kediamannya.

Masih dikatan Hengky, Lebih parah lagi ada dalam data nama keluarga kepala kampung yang sudah meninggal masih mendapat kan bantuan BST tersebut .

Bersamaa itu di tempat terpisah, BAMBANG dan juga AMIR juga selaku masyarakat / warga Kampung Negara Aji Tua membenarkan apa yang di ungkapankan oleh saudara HENGKY, menurut mereka kejadian ini di benar kan mengingat saat ini keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut tergolong orang mampu dan jelas ini sudah menyimpang dari aturan pemerintah tentu hal ini ada unsur pidana yang fatal seperti pemalsuan data orang yang sudah meninggal.

Untuk itu pihak warga atau masyarakat meminta kepada pemerintah dan pihak kepolisian atau instansi yang terkait untuk segara mengusut tuntas sebelum masyarakat menganbil tindakan sendiri .harapnya.

Tambahnya, padahal sebelum kami pernah usulkan data nama nama warga yang seharusnya mendapatkan bansos dengan via whatsApp atau Telpon Kepala Kampung Negara Aji Tua SUPRIYADI dan Istrinya namun tidak bisa di hubungi (tidak aktif).

Kami lakukan sesuai keterangan menteri sosial Juliari P Batu Bara ia menjelaskan jika pemberian langsung tunai dan paket sembako ini akan di berikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar di DTKS kemensos atau pemda setempat.

Seharusnya penerima secara spesifik Mensos menyebut kelompok yang terdampak virus corona, yang menerima bantuan sosial rutin seperti PKH ( Program Keluarga Harapan ) BPNT ( Bantuan Pangan non Tunai ) maupun kartu prakerja jelas Bambang.(ZNR).