Beranda Daerah Pekerja Mengeluh Dengan Upah Yang Sangat Murah

Pekerja Mengeluh Dengan Upah Yang Sangat Murah

536
BERBAGI

Lampung Timur,(RADARNEWS ID) -Para pekerja mengeluh dengan upah Pembuatan Drainase sistim meteran dan juga bangunan diduga tidak Sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) serta Gambar.

Anggaran Dana Desa (DD) 2020 merupakan program pemerintah pusat tujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa dengan jumlah anggarannya tidak sedikit yang di salur kan oleh pemerintah pusat nilai pantastis mencapai milyaran rupiah yang dialokasikan untuk pembangunan desa melalaui program Dana Desa salah satunya di alokasi ke penanggulangan atau pencegahan penularan Covid-19.

Anggaran DD selain di peruntukkan untuk Covid-19 dana tersebut juga di alokasikan ke pembangun desa serta untuk pemberdayaan masyarakat Desa dan ini sesuai dengan program pemerintah pusat.

Namun Fakta berbeda yang terjadi di desa Bukit Raya seperti Pembagunan drainase dengan menggunakan anggaran (DD) tahun 2020 justru para pekerja banyak mengeluh tentang sistem upah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan RAB serta Gambar.

Tenaga kerja mengeluh di karnakan upah nya yang sangat murah dengan sistim bayaran per meter baik itu dari penggalian atau dari pemasangan batu belah untuk pembuatan drainse dengan harga Rp 45 ribu, Sebenarnya upah tersebut tidak sesuai ini di karnakan terpaksa dengan kebutuhan keluarga medesak ucap (Wn) dan (Ed).warga setempat Jum’at (15 mei 2020).

Tambah, (wn) Dalam pengerjaan pembangunan Drainase, di upah dalam penggalian siring dan pemasangan batu belah dalam per meter rp 45 ribu.

di tempat terpisah Tujuan ingin komfirmasi ke kepala desa terkait hal tersebut, namun Mj pada saat melintas megeluh dengan harga pupuk karna Pak Damin selain menjabat sebagai kades juga mejabat Sebagai Ketua Gapoktan, karena kami dalam pengambilan pupuk selalu di ada rumahnya dengan harga cukup mahalĀ  rp. 110.000, /Sak untuk pupuk orea.jelasnya

Hingga Berita ini diterbitkan selaku kades tidak bisa di temui di rumahnya kemudian di hubungi melalui telpon atau whats App tidak di Balas jadi terkesan kadesnya menghindar .(Jamil).