Beranda Banda Aceh Diduga Dana Gampong Paya Pasi Ada Mark Up, APK Diminta Segera Usut...

Diduga Dana Gampong Paya Pasi Ada Mark Up, APK Diminta Segera Usut Tuntas Kasus Tersebut

884
BERBAGI

ACEH TIMUR – (RADARNEWS.ID) – Program Dana Desa (DD) adalah untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, namun terkadang menjadi lahan subur bagi oknum elit Desa,dan mengenai dugaan adanya korupsi Dana Gampong Paya Pasi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.dan itu sudah bukan lagi rahasia umum.

Kasus dugaan Mar Up dana Gampong Paya Pasi itu, diketahui hingga saat ini belum pernah tersentuh oleh hukum.

Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (Ormas LAKI) Perwakilan Kabupaten Aceh Timur, Saiful Anwar. Menjelaskan,bahwa informasi terkait dugaan korupsi Dana Desa di Gampong Paya Pasi diketahui awal dari laporan
Warga yang mengatakan dana desa di Gampong Paya Pasi ada dugaan penyimpangan dengan modus”Mark up dalam beberapa aitem kegiatan

Menurutnya, dugaan penyimpangan dengan modus Mar up kerap terjadi melalui berbagai kegiatan termasuk halnya terjadi di gampong paya pasi tersebut,didanai APBG TA 2019 dan 2020 juga ikut diduga mark up diantaranya seperti harga barang,dan volume pekerjaan sangatlah mudah dilakukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan dokumen RAB.”Ungkapnya.

“Pantauan media pada (9/5/2020) ke beberapa lokasi pekerjaan ditemukan beberapa kegiatan pekerjaan tidak sesuai dengan RAB, hal itu dapat dinilai seperti pembangunan MCK dan Septy tank di komplek Dayah Bustanut Zuha Gampong setempat, volume 2,4×15 meter, Pagu Rp 29 juta, TA 2019, dalam dokumen RAB bahan kusen dari aluminium, tapi di pasang kusen kayu biasa, sedangkan septy tank di RAB tercantum volume kedalaman 2 meter, namun di kerjakan 1,6 meter, tidak ada bak air, kamar mandi/plafon.

Selanjutnya Pekerjaan pelebaran jalan yang seharusnya dibangun sesuai dengan volume 2,500 meter, TA 2020, dengan nilai pagu Rp.23,000,000, tapi yang dikerjakan tidak sesuai spek volume,sehingga menuai kesan petugas Pelaksa kegiata selama ini bekerja seakan mereka tanpa memiliki dokumen RAB.

Kemudian, paket kegiatan pembangunan lanjutan lapangan bola kaki dengan nilai pagu Rp 56 juta, juga disinyalir tidak sesuai spek.

Menyikapi Temuan Media Ormas LAKI mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APK) Segera mengusut tuntas dugaan Korupsi Dana Desa Paya Pasi yang dinilai sarat bermasalah

Sementara itu Kepala Desa (Keuchik gampong) Paya Pasi Aswadi saat dimintai keterangan terkait dugaan mark up anggaran, berkilah dengan menyebutkan bahwa apa yang sudah dikerjakan sudah sesuai RAB.

“Jadi begini, pada saat saya menjabat Keuchik, SK Tuhapeut mati pada tahun 2018 sedang gaji sudah diambil. Uang sudah silva, saya harus bayar pajak dan bayar hutang dan saya tidak tahu ambil uang dimana,” ujarnya.

(M.Alimin).