Beranda Bansos Cerita Tak Sedap di Kalangan Masyarakat RT 16 RW 01 Kelurahan Talang

Cerita Tak Sedap di Kalangan Masyarakat RT 16 RW 01 Kelurahan Talang

99
BERBAGI

Baturaja, (RADARNEWS ID) – Penyaluran Bansos ( Bantuan Sosial ) APBD OKU tahun anggaran 2020 , yang berupa sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Bantuan tersebut di peruntukan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan apapun dari pemerintah . Masih meninggalkan cerita tak sedap di kalangan masyarakat RT 16 RW 01 Kelurahan Talang Jawa Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu-sumatra Selatan.

Menurut warga yang utamanya dari kaum emak-emak dan janda tua yang berada di lingkungan RT 16 Kelurahan Talang Jawa . Bahwa bantuan yang di salurkan tersebut tidak menyentuh langsung masyarakat yang benar-benar berhak menerima nya. Salah satu emak-emak yang tidak mau di sebutkan namanya menuturkan dirinya sudah di data oleh pihak RT ( Rukun Tetangga ), untuk mengumpulkan KK ( Kartu Keluarga ) sebagai syarat pendataan untuk mendapatkan Bansos APBD OKU. Tetapi setelah hari penyaluran dirinya tak mendapatkan Bansos yang di maksud. Dirinya pun langsung bertanya pada pak RT mengapa saya tak mendapatkan bantuan pak RT. Lalu pak RT menjelaskan ibu sudah di data. Tetapi tiba-tiba di malam menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya setelah di buka ternyata oknum RT dengan membawa beras dan bicara tolong terima ini dan jangan cerita sama siapapun.

Adalagi emak-emak yang mengeluhkan Bansos yang berupa uang tunai sejumlah 600 ribu . Setelah diterima ada oknum RT meminta uang tanda terima kasih telah mendapatkan Bansos tunai, yang jumlahnya bervariasi antara 20 ribu hingga 50 ribu rupiah .

Setelah media radarnews.id melakukan klarifikasi langsung kepadanya Ketua RT 16 Bapak Supeno dengan santai beliau menampik keluhan warganya dengan mengatakan tidak benar saya minta uang sebagai tanda terima kasih. Tetapi merekalah yang memberi seikhlasnya tanpa paksaan darinya.

Untuk masalah Bansos sembako dirinya sudah mengusulkan 100 KK( Kepala Keluarga ). Tetapi realisasi dari pemerintah hanya 24 KK saja. Dari jumlah itu dirinya tak dapat berbuat apa-apa. Mengenai isu yang berkembang di masyarakat bahwa pihak RT tebang pilih dalam penyaluran Bansos dirinya menyampaikan kalau pada umumnya masyarakat itu sudah mengerti namun pura-pura tidak mengerti tutupnya.

Reporter : (Amelia).