Beranda Bansos Mustafa Warga Mekar Karya,”Memprihatinkan Tinggal di Gubuk Reot Luput dari Bansos

Mustafa Warga Mekar Karya,”Memprihatinkan Tinggal di Gubuk Reot Luput dari Bansos

254
BERBAGI

Lampung Timur, (RADARNEWS.ID) -Warga Desa Mekar Karya, Mustafa (60) terlepas dari pantauan atau pendataan Kepala Desa, Kadus atau Rt. perangkat desa Setempat, selama ini tidak pernah mendapatkan Bansos Baik itu dari Desa atapun dari Pemda Lampung timur. pada Senin (8 juni 2020).

Mustafa warga Desa Mekar Karya kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur, dengan menjalani hidup sebatangkara menghuni gubuk reot sudah berpuluhan tahun.

Menurut warga setempat (Mj) membenarkan jika (Mustafa red) sepengatahuannya selama ini tidak pernah mendapatkan Bansos baik itu dari pemerintah desa atau pemerintah kab lamtim hinga di tahun 2020.

Sementara dari pemerintah pusat banyak sekali menganggarkan Dana untuk Bantuan Sosial tunai dari melalui  (Kemensos) ke pemdes, selama ini belum pernah yang namanya mendapatkan Bansos ucapnya.

Masih di katakannya, padahal Bansos terdampak Covid-19 anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Desa yang tidak sedikit nilainya di peruntukkan bagi warga miskin atau warga yang berhak menerima. namun sama sekali Mustafa tidak memdapatkan batuan itu bisa saja tidak terdata oleh Kades dan perangkat desa.

Bersamaan di tempat terpisah Tn (45) warga setempat,senada membenarkan bahwa pak (Mustafa) hidup sebatang kara tinggal di Gubuknya dan serba kekurangan, waktu itu malah pernah ada yang peduli memberinya bantuan berupa beras pada Mustapa yaitu Bu Munah sebagai warga Desa,dan bantuan Beras dari Mushola setempat ungkapnya.

Kemudian dikonfirmasikan ke RT 4 selaku ketua Rt (Dobir red) tidak bisa ditemui RT dan memang jarang dirumah ujar istrinya.kemudian langsung kerumah kadus Dusun 03 Dede saat ditemui kekediamannya tidak juga dirumah di hubungi melalui via hp Rt beralasan bahwa ia masih di luar desanya di Karang Anom kata Rt.

Kami atas nama warga desa mekar karya berharap kepada pemerintah Desa atau Pemerintah Daerah agar dalam mendata warga, seharusnya pada orang yang memang benar benar berhak untuk menerima Bansos, karna sangat memperihatinkan dengan keadaan seperti Mustafa yang seharusnya menerima bantuan, justru ia di kesampingkan. tinggal di Gubuk reot, mendapatkan makan atas belas kasihan dari tetangga, serta pakaian cuma ada di badan.

Tempat terpisah, padahal basos yang yang di bagikan oleh prangkat desa pada warga penerima yang lain satu sak beras dan 6 butir telor, dibagi dua untuk 2 orang penerima, kok bs mustafa bisa luput dari pendataan desa, ungkap Fi.

Keterangan dari salah satu ketua Rt. Samuri, berkilah bahwa  pembagian beras di tempatnya untuk dalam per KK terima satu sak beras, Jadi menurutnya, Untuk Dana Covid 19, dalam pembagian bansos pada warga saya rasa sudah sesuai dengan aturan yang ada, bahkan ini sudah merupakan kebijakan Rt ataupun kadus, seharus nya semua ini tidak melanggar aturan pemerintah yang telah ditetapkan, jelas Rt. Samuri.

( JAMIL).