Beranda Daerah Proyek Peningkatan daerah Irigasi Sekampung Batanghari dari Kementerian PUPR di duga Penyebab...

Proyek Peningkatan daerah Irigasi Sekampung Batanghari dari Kementerian PUPR di duga Penyebab Jalan Ambalas, dan Terkesan Asal Jadi

627
BERBAGI

Kota Metro, (RADARNEWS ID)-Pasalnya Pasca kunjungan awak media yang kedua kalinya ke lokasi pembangunan proyek irigasi di kelurahan Tejosari Kota Metro Provinsi Lampung tidak ada yang bisa diKomfermasi.

Fakta selalu menghindar dari awak media .Hal ini menimbulkan tanda tanya besar ada apa dengan pengerjaan proyek tersebut.

Pekerjaan proyek peningkatan irigasi yang menelan dana yang tidak sedikit, berkisar 31 Milyar, anggaran Tahun 2020., terkesan sengaja tertutup dengan awak media.

Sementara banyak keganjilan dalam pengerjaannya nampak di lokasi, Seperti sebagian material yang digunakan seperti pasangan besi yang digunakan untuk pondasi guna penahan bantalan cor dinding irigasi sangat kecil.dan juga bantalan cor dinding irigasi yang sudah dicetak banyak yang mengalami retak, di duga kuat pekerjaannya ini asal jadi atau tidak mengacu dengan rencana Anggaran Belanja.(RAB).

Seharusnya Agung, selaku direksi pengawas dari Balai Besar Kementerian PUPR dilapangan memberikan penjelasan ,namun ini malah saat ditemui selalu menghindar dan melarang awak media mendokumentasikan pekerjaan proyek.ia juga berdalih dan mengatakan bahwa sudah menunjuk bagian humas ( hubungan masyarakat ) dan tidak mempunyai kewenangan dalam memberikan informasi tentang pekerjaan irigasi tersebut.

” Maaf pak,jangan foto alat exavator yang sedang bekerja.Kami sudah menunjuk saudara umar dan Cipto sebagai Humas dan untuk memberikan informasi tentang proyek ini,nanti salah jalur lagi “, ungkapnya kepada awak media, pada hari (Jum’at 7¬† Agustus 2020).

Terkesan Pekerjaan tersebut tertup tidak adanya kejelasan siapa pengawas lapangan dan Consultan pekerjaan proyek tersebut.Sejumlah pekerja proyek irigasi dilapangan juga bungkam enggan di wawancarai.

Bersamaan itu (Rivan-red) salah warga sekitar proyek dikelurahan Tejosari Metro Timur menuturkan bahwa proyek peningkatan irigasi mempunyai kelemahan dan kejanggalan.

” Dulu pondasi yang disana penahan lempengan/ bantalan cor dinding irigasi tidak ada besinya, lalu dibongkar.Tapi sekarang dikasih besi, cuma dua biji entah ukuran berapa 8 atau 10 inchi “, tuturnya.

Namun,Rivan sebagai warga setempat sangat menyayangkan dengan adanya peningkatan irigasi tersebut penuh kejanggalan dan menilai bahwa keadaan dinding irigasi yang lama masih layak pakai.

” Sebenarnya kalau pemerintah sudah perintahkan membongkar,kelihatannya kita mau protes ya enggak bisa.Sebetulnya masih bagus,tapi enggak tau dari atasan.Itukan beton istilahnya kosong tapi sekarang pake besi.Sebetulnya yang lama masih bagus,tapi enggak tau pengelolaan pemerintah, permainan dia,kalau bongkar ya bongkar gitu aja “, ungkap Rivan.

Semestinya para instansi terkait baik itu PPTK dan PPK dan pengawas proyek peningkatan irigasi Sekampung Batanghari dari balai besar wilayah Sungai Mesuji Sekampung selalu aktif di lokasi, namun ini justru sebalik nya,tidak ada yang bertanggung jawab untuk di Komfirmasi.

Di Lokasi banyak terdapat berbagai kejanggalan dan temuan dilapangan, Mengingat proyek tersebut menggunakan uang rakyat dan anggaran negara yang seharusnya terbuka dengan publik.

Sebenarnya meberikan keterangan dengan media tidak perlu takut, Jika pekerjaan itu sudah mengacu dari juklak dan juknis sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja nya. dan juga Jalan Sekitar lokasi proyek  Banyak mengalami rusak dan Amblas bisa juga penyebanya dari muatan angkutan matrial proyek melebihi kapasitas tonasenya.

Kedepan tim media akan terus memantau pekerjaan tersebut dan menemui pejabat berwenang atas temuan berbagai kejanggalan yang ada.untuk antisipasi proyek peningkatan irigasi adanya penyimpangan, dan ini demi untuk kesejahteraan masyarakat.

(red/tim).