Beranda Daerah Diduga Bermain Anggaran Dana Desa, Mantan Kades Bumirejo Kesamben-Blitar Menghindar

Diduga Bermain Anggaran Dana Desa, Mantan Kades Bumirejo Kesamben-Blitar Menghindar

2887
BERBAGI

Blitar, (RADARNEWS.ID)-Mantan kades desa bumirejo,kecamatan kesamben ,kabupaten Blitar, diduga melakukan korupsi Dana Desa selama periode kepemimpinanya (periode 2014-2019).

kegiatan pembangunan di desa Bumirejo Kecamatan kesamben Kabupaten Blitar, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tidak sesuai dengan hasilnya,padahal anggaran dalam kegiatan pembangunanya cukup fantastis, saat team media menemui beberapa warga (8/92020) mengatakan,pembangunan yang berasal dari dana desa (DD) banyak yang tidak sesuai dengan Rancangan anggaran bangunan(RAB)contohnya pembangunan rabat jalan yang seharusnya campuaranya 1 2 3 kenyataanya di lapangan tdak seperti itu. Sehingga jalanya sudah rusak padahal tdak pernah di lewati mobil muatan berat kata warga setempat. terkait penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2019. Ia menjelaskan laporan LKPJ yang diberikan diserta bukti-bukti dan foto-foto proyek tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Di tempat terpisah salah satu warga mengungkapkan banyak proyek yang tidak sesuai dengan fisik di lapangan. Bahkan ada proyek yang tidak sesuai panjang nya sama di papan nama dengan pembangunan fisiknya.
“Kami mencurigai ada manipulasi laporan keuangan tiap akhir tahun yang dilakukan saudara mantan kepala desa sutrisno, desa Bumirejo kec kesamben Masa itu di jabat kades sutrisno . Kami mohon penegak hukum untuk memeriksa secara lengkap. Negara ini bisa hancur kalau dana desa hanya memperkaya pejabatnya,” ujar salah satu warga.  Masyarakat juga tidak pernah tahu mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek karena terkesan di tutup-tutupi.

Salah satu mantan anggota BPD menambahkan,tidak melibatkan Badan Pembangunan Desa (BPD) untuk merencanakan pembangunan desa.
“Dari pengakuan ketua TPK usman saat ditemui di rumah nya mengakui ada kesalahan dalam pembangunan dan dia juga mengakui bukan profesinya, dia hanya di tunjuk oleh kepala desa suruh jadi TPK.

Saat team mendatangi kediaman mantan kades Sutrisno guna untuk berkonfirmasi, hanya sebuah kebohongan yang didapat, pasalnya sutrisno terkesan menghindar dan tak mau menemui tim media setelah mengetahui kedatangan rekan media.

(Yono).