Metro – Lampung, (radarnews.id)-Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( PWRI ) Kota Metro Menyambagi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di jalan Way Seputih Kel Yosorejo, Metro Timur, Kota Metro – Kamis (29/10), menuntut transparansi dan akuntabilitas terkait dana anggaran pemilu kepada Badan Bawaslu Kota .Mengingat dana anggaran yang dikelola Bawaslu Kota Metro mencapai miliaran rupiah.
Namun,Koordinator Sekertariat Bawaslu Kota Metro tidak bisa menjelaskan secara rinci ataupun secara global dana anggaran dimasing – masing kegiatan.Ia berdalih data tersebut ada pada bawahannya.Hal ini menimbulkan tanda tanya dan terkesan menutupi anggaran pada awak media.
” Kita ketahui bahwa (Bawaslu) Kota Metro telah menerima dana anggaran senilai 6,5 miliar.Adapun item – item dalam penggunaannya Sekertariat pasti mengetahui,walaupun melalui laporan data.Oleh karena itu kami hadir disini,meminta penjelasan karena kuasa pengguna anggaran adalah Sekertariat Bawaslu.Kami tidak ingin dana anggaran ini ditutupi,sebab ini dana negara dan harus transparan “, tutur Muktaridi
Mengingat dana anggaran Bawaslu Kota Metro senilai 6,5 miliar juga terbagi dalam lima Kecamatan,Oleh karena itu PWRI Kota Metro meminta pihak Sekertariat Bawaslu menjelaskan berapa jumlah anggaran dimasing – masing Panwascam.
” Saya meminta Sekertariat Bawaslu Kota Metro terbuka,transparan dan dapat menjelaskan nilai anggaran secara global di masing – masing Panwas Kecamatan yang ada di Kota Metro.Baik anggaran untuk sewa kantor,sewa meublair,sewa ATK ataupun lainnya.Hal ini agar jelas dan masyarakat tahu dana apa saja yang dikucurkan untuk Panwas Kecamatan “, ungkap Muktaridi yang mewakili PWRI Kota Metro.
Saat ditemui,Marzuki selaku Koordinator Sekertariat Bawaslu Kota Metro,hanya mengatakan terkait proses pencairan dana saja dan tidak mengetahui secara detail nominal di masing – masing kegiatan.
” Pengeluaran itu sesuai kebutuhan yang ada,kalau dikecamatan sudah ada dan tidak banyak.Kami saat ini masih menunggu dan sedang di entri lagi proses diprovinsi .Kalau secara global bendahara saya enggak ada “, kata Marzuki.
Sebagai penutup,Marzuki menjelaskan bahwa ada salah satu dana yang dikeluarkan cukup besar dari item yang ada dalam anggaran.
” Dana paling besar itu honor terdiri PTPS,Panwascam,PKD.Dana ini kalau tidak habis akan dikembalikan ke kas daerah.Saya hanya inget 2 x 1 saja “, tutup Marzuki.
(TIM).



