Beranda BAWASLU Penggiat Medsos Temukan Akun Dengan Konten Mengandung Ujaran Kebencian

Penggiat Medsos Temukan Akun Dengan Konten Mengandung Ujaran Kebencian

593
BERBAGI

Baturaja, (RADARNEWS.ID)-Kaum nelinial yang tergabung dalam Komunitas penggiat media sosial (medsos) yang menamakan dirinya Net.AH! (Nitizen Anti Hoax) menemukan beberapa akun dengan konten mengandung ujaran kebencian.

Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Penggiat Medsos Net.AH, Syakirin Edo Lugan kepada wartawan dalam jumpa pers Selasa (3/11/2020) . Syakirin yang didampingi Saiful Mizan Yusuf SH menjelaskan , Net.AH merupakan kalangan melenial penggiat medsos yang peduli dengan pengguna medsos dan menyerukan agar pengguna medsos senantiasa bermedsos dengan bijak.

Hindari konten-konten yang mengandung ujaran kebencian. Dikatakan Edo, selama tahapan pelakasnan pilkada serentak tahun 2020 tercatat setidaknya 16 akun yang diduga mengandung konten Hoax dan berupa hate speech dan disinformasi.

Menuurut Edo yang didampingi Saiiful, selain merupakan suatu tindak pidana kejahatan vide Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif jo KUHP jo. Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial jo. Surat Edaran (SE) Nomor: SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian, juga dapat meresahkan dan menimbulkan benturan social sehingga menggangu pelaksanaan pilkada dan menurunkan kualitas demokrasi itu sendiri.
16 akun dengan rincian sembilan akun FB dan 1 akun grup FB serta 6 akun IG sebagian besar beralamat di Kabupaten Ogan Komeirng Ulu. Terhadap 16 akun ini kata Saiful akan diberi somasi dalam waktu 2 X 24 jam memebrikan klarifikasi tentang konten yang dimuat . “Bila msih bandel akan ditindak lanjuti ke pihak terkait (kepolisian dan Bawaslu),” tandas Saipul.

Dikesempatan itu Edo menjelaskan, Gerakan Milenial sebagai gerakan yang focus dalam kampanye anti hoax dan hate speech menghimbau kepada seluruh masyarakat Ogan Komering Ulu untuk saling membantu dalam mensukseskan pilkada OKU 2020 dan menghimbau agar lebih bijak dan beretika dalam menggunakan media social ketika menyampaikan pandangan dan pilihan politik di pilkada OKU 2020. Selain itu, Gerakan Milenial mengajak untuk bersama melawan hoax dan meminta Kominfo untuk terus melakukan pengawasan ruang digital dan melakukan pemblokiran akun yang menyebarkan hoax dan hate speech. Meminta Cyber Polri untuk terus melakukan patroli dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku hoax dan hate speech di media social. Meminta Bawaslu Kabupaten OKU untuk terus melakukan pengawasan dalam setiap tahapan Pilkada OKU.

( amelia / ril).