Lampung Timur, (radarnews.id)-Bangunan yang Bersumber dari Dana Desa Tahun 2020, yang di alokasikan ke pembangunan tugu tani senilai Rp.132.838.000 yang terletak di desa Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur terkesan buang – buang anggaran.Pasalnya hal itu dinilai tidak wajar dan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon dan pesan ( WhatApp ),guna mempertanyakan tentang kegiatan pembangunan tugu tani, serta tim media ingin menemui TPK ( Tim Pelakasana Kegiatan ).Namun,Elvan Fery Sasmita,S.Pd.MM berdalih tidak mengetahui.
” Kalau no telpon TPK saya tidak tau,pak “, ungkap sang Kades.
Selain itu,Elvan Fery Sasmita saat ingin ditemui awak media berdalih tidak berada dirumah.
” Saya lagi diluar,ada kepentingan “, jawabnya.
Ketika tim media menyambangi kediaman,sang Kades tidak ada dan ditemui keluarga.
” Pak lurah sedang keluar,belum pulang “, jawab ibunda Kades Taman Fajar.
Selanjutnya,tim media mencoba menghubungi sang Kades Desa Taman Fajar untuk kesekian kalinya.Setelah ada jawaban Ia menjelaskan tentang sistem pengupahan dalam pembuatan Tugu Tani.
” Saya beli paping blok itu dengan harga Rp.700 didesa Taman Fajar.Kalau bayarannya sistem HOK ( harian ).Upah perhari tukang Rp.100 ribu.Kalau luasnya saya lupa dan juga berapa hari kerja saya juga enggak tahu,yang tahu TPK namanya pak Sudirman “, kata sang Kades.
Dalam hal ini terkesan,Elvan Fery Sasmita sang Kades Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur,telah memberikan jawaban bohong serta menutup – nutupi tentang pembangunan tugu tani tersebut kepada awak media.
Kedepan tim media akan menemui kembali Kades Taman Fajar dan TPK ( Tim Pelaksana Kegiatan ) terkait pembangunan Tugu Tani di desa Taman Fajar.
TIM



