SIJUNJUNG,(radarnews.id)-Meskipun di tahun sebelum nya sudah di anggarkan lebih kurang Rp 56 milyar untuk pekerjaan preservasi pelaksanaan jalan Nasional wilayah II provinsi sumatera barat, namun jalinsum Muaro kalaban sampai batas Jambi dan Kiliran Jao batas Riau semakin rusak parah.
Sementara untuk tahun anggaran 2021 ini kegiatan kontruksi preservasi pelaksanaan jalan Nasional wilayah II (PJN II) provinsi sumatera barat Muaro kalaban Kiliran Jao dianggarkan lagi sesuai dengan tertera di plang proyek Rp.36.408.962.000 (tiga puluh enam miliyar empat ratus delapan juta sembilan ratus enam puluh dua ribu rupiah yang di kerjakan oleh PT Zhafira tetap jaya dengan nomor kontrak ku.08.08/KTR .01ppk -2.2-pjn II /1/2021 tertanggal 22 Januari 2021 sumberdana tetap APBN .sesuai dengan pantauan media ini pengupasan aspal lama terlalu dangkal sehingga amparan aspal yang baru sangat meragukan ketebalan nya,dan lapisan perekat (teack chot) nya juga terkesan sarat dari pengerjaan,
Sementara pekerjaan preservasi pelaksanaan jalan Nasional wilayah II mulai dari jalan lingkar Kiliran Jao batas Jambi,Kiliran Jao batas Riau sebagai kontraktor pelaksana PT.Tri jaya putra dengan nilai Rp.17.766.968.000 (tujuh belas milyar tujuh ratus enam puluh enam juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu rupiah) tertanggal 27 Januari 2021 masa pekerjaan 339 hari kelender sumberdana APBN nomor kontrak KU.08.08/KTR 03.PPK-2-2-PJN II/1/2021 juga terlihat kurang nya kepengawasan sehingga terlihat pengupasan aspal nya kedalaman cuman dua centi dan lucunya lagi di ruas jalan yg rusak parah belum di kerjakan malahan ruas jalan yang mulus di kupas aspal nya,dan ketahanan juga meragukan.kegiatan ini dibawah kepengawasan kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat Direktorat jenderal bina marga balai pelaksanaan jalan Nasional sumatera barat satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional wilayah II provinsi sumatera barat.
Terpisah Nova sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) PJN Wilayah dua Muaro kalaban batas Jambi Kiliran Jao batas riau, sewatu di hubungi pia what sapp nya membalas,pelaksana dah sampaikan ke saya bahwa edeal nya rata kemaren,juga saya koreksi bahwa harus rata kalau ketebalan rata rata 1,5 mm sudah saya koreksi,jawaban pelaksana itu akan di ulang karena itu sisa terakhir ,besoknya akan di lanjutkan atau di sempurnakan sebelum aspal di hampar.pak 0,2 s/d 0,3 liter permeter persegi,bagai mana mengukurnya kalo bapak tanya berapa tebal,makanya lebih kurang 1,5 mm s/d 2 mm dari foto yang bapak kirim balasnya di what sapp.
Sementara ngakunya pengawas supervisi di lokasi Minggu 21 peb 2021 berkisar jm 15 wib membenarkan kalau PPK nya pak nova.dan kami hanya cuman sebagai pengawas lapangan masalah ketebalan aspal nya berpariasi pak,ada 5 cm sampai 10 cm tidak ada yang di bawah 5 cm aspal nya setau saya ,kalau masalah kupasan nya yang dangkal itu dikarenakan dasar pandasi bawah nya sudah keras pak,untuk apa di tambah lagi kedalaman nya sebut dia Sabil berlalu.
Di lain hal Pahrevi Yani dari Badan Penelitian Aset negara (BAPAN) lembaga aliansi indonesia menjelaskan,saya bingung juga mengenai pekerjaan jalan lintas Sumatera pjn wilayah dua provinsi sumatera barat ini ,pekerjaan tahu n 2020 kemaren padahal anggaran nya luar biasa besar nya namun fakta nya jalinsum ini tambah parah lobang nya.di tahun 2021 sekarang luarbiasa lagi anggarannya untuk pekerjaan preservasi jalan nasional wilayah dua provinsi Sumbar ini pertanyaan saya apakah pekerjaan sekarang ini akan serupa dengan pekerjaan sebelum sebelum nya.selain itu kontrak nya sudah berjalan semenjak Januari 2021 kemaren sementara rambu Rambu di Titi jalan yang berlobang dalam tidak di kasih,sudah jelas melanggar smk3 ,seperti kejadian kemaren di dekat rumah makan umega gunung Medan kabupaten Dharmasraya sudah ada menelan korban dikarenakan menghindari jalan berlobang korban di lindas mobil truk sampai mati di tempat kejadian karena tidak ada rambu rambu di jalan tersebut.kalau menurut saya benar benar kurang nya kepengawasan dari balai pelaksanaan jalan nasional wilayah dua ini,dan saya juga menyanggah mengenai bahasa PPK nya yang mengatakan penaburan teack Coat nya harus merata 1,5 mm sampai 2 mm sementara yang terlihat di lapangan sangat lah minim ,selain itu pak Nova juga mengatakan sudah di koreksi jawab pelaksana akan di ulang lagi itu aspal yang sudah di hampar bagai mana mau di ulangi lagi.harapan masyarakat itu pekerjaan preservasi jalan nasional ini harus benar benar mengacu kepada spesifikasi yang telah di buat oleh konsultan perencaan yang di sepakati oleh PPK nya.pabila tidak mengacu kepada spek berarti sudah ada unsur nya pelanggaran kontrak ,jangan salahkan masyarakat pabila mengatakan pekerjaan ini ada indikasi kongkalingkong nya.dan harapan kami kepada satuan kerja nya agar di tingkatkan lagi kepengawasan nya agar pekerjaan nya sesuai dengan harapan masyarakat harapan Pahrevi .
(efrizal).



