Beranda Daerah Proyek Flying Fox di Kota Metro Habiskan Uang Negara Miliaran Rupiah,Sampai...

Proyek Flying Fox di Kota Metro Habiskan Uang Negara Miliaran Rupiah,Sampai Sekarang Mangkrak Terkesan Mubazir

243
BERBAGI

Metro – Lampung,(radarnews.id)-Pemerintah Kota Metro saat ini tengah berbenah dengan gencarnya mendirikan banyak infrastruktur pendukung, kini mulai terlihat hasilnya.Mulai dari pendukung di sektor pariwisata,pendidikan maupun lainnya.Salah satunya adalah pembangunan arena Flying Fox yang berlokasi Wisata Sumbersari Bumi Perkemahan di Kelurahan Sumbersari, Metro Selatan.Rabu (3/3/2021).

Meski demikian, tak semua dari bangunan yang menghabiskan dana miliaran dapat berfungsi sebagai mana mestinya.Artinya,beberapa infrastruktur pembangunan yang ada malah mangkrak tak terpakai alias Mubazir.

Hal ini diungkapkan, Mbah Bendol warga sekitar,menjelaskan kapan digunakannya Flying Fox Sumbersari.

” Bangunan ini bilangnya untuk kereta gantung meluncur,namanya flying fox dan kira – kira bangunannya sudah dua tahun.Pernah di tren ( test.red ) sudah,pake keranjang segi empat untuk meluncur.Sekarang ini ,enggak mesti digunakan,apalagi bagi masyarakat juga belum ada.Kalau saya dengar dulunya tanah ini punya pak Suari dan Kamidi,tetapi dibeli pak Kusbani.Saya rasa dijual kembali dengan pemerintah “, ungkap Bendol.

Ia menjelaskan,bahwa telah diberikan hak pakai tanah,serta bangunan flyingfox tersebut masih dalam tahap penyelesaian.

” Bangunan ini belum selesai,bilangnya bangun ini bertahap.Saya disini numpang tanah,bilangnya tanah yang lain enggak boleh.Saya enggak punya tanah dan enggak punya apa – apa.Tapi kalau yang jaga disini bukan saya,pak Paino “, jelasnya.

Lain halnya,Maleo anggota RAPI Metro sekaligus anggota Karang Taruna Sumbersari Metro Selatan,membenarkan jika Flying Fox sudah bertahun – tahun tidak digunakan,serta menyayangkan jika dahulu terjadi penebangan pohon berusia puluhan tahun dalam pembangunan Flying Fox di Bumi Perkemahan Sumbersari.

adanya kerusakan ekosistem lingkungan karena penebangan pohon berusia puluhan tahun akibat pembangunan Flying Fox.

” Flying fox ini hanya dites saja,setelah itu enggak ada lagi sampai sekarang.Pohon – pohon yang ditebang sudah lama umurnya hingga puluhan tahun,tapi ditebang.Justru ini merusak lingkungan dan penghijauan. Sebenarnya kami warga disini sangat menyayangkan itu “, ungkap Maleo.

Sementara itu,Widi sebagai Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Sumbersari Metro Selatan,menjelaskan jika tidak mengetahui sejak awal dalam pembangunan Flying Fox.

” Saya bekerja di kelurahan Sumbersari tahun 2015.Kami pernah dengar,jika Flying Fox ini pernah di ujicoba.Mengenai awak mula pembuatan Flying Fox,setahu saya tidak ada pelaporan disini,tapi enggak tahu pak Lurahp.Masalahnya beliau sedang ada acara diluar “, kata Widi.

Perlu diketahui,bahwa proyek mangkrak Flying Fox mencapai miliaran tersebut, melalui Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata ( Disporapar ) Kota Metro.Pembangunan dimulai dari tahun 2017 dengan kegiatan pembangunan tahap awal yakni pembuatan cakar ayam senilai Rp 200 juta. Kemudian,mendapatkan tambahan di dana tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar.

Namun,fakta lain di lapangan Flying Fox yang menghabiskan dana miliaran tersebut belum bisa digunakan,tetapi keadaan bangunan sudah mulai hancur dan rusak.Sebagian pondasi bangunan roboh,lantai paping jebol,atap spandek bangunan lepas serta tangga pijakan lepas karena pengelasan asal – asalan.

Kedepan tim media akan meminta penjelasan kepada Try Hendiyanto selaku Kadis Disporapar Kota Metro terkait arena Flying Fox yang tidak difungsikan.

(TIM)