Beranda Daerah Kantor Pos Menggala Tidak Mengindahkan Aturan Pemerintah Tentang Prokes

Kantor Pos Menggala Tidak Mengindahkan Aturan Pemerintah Tentang Prokes

677
BERBAGI

Tuba,(radarnews.id)-Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang di berikan pemerintah kepada masyarakat guna membantu perekonomian imbas dari wabah C-19 lewat kantor pos yang ditunjuk didaerah masing-masing untuk penyaluran bantuan tersebut kepada keluarga penerima manfaat (KPM)

Kantor pos menggala kecamatan menggala kabupaten tulang bawang, sebagai penyalur Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat penerima bantuan di kecamatan menggala

Namun masyarakat yang menerima bantuan tersebut menyayangkan terhadap pihak kantor pos yang di nilai tidak siap dan lalai untuk pelayanan kepada masyarakat saat penyaluran bantuan yang di berikan pemerintah kepada masyarakat atau keluarga penerima manfaat (KPM) Pada hari sabtu 10 April 2021

Kantor pos mmenggala telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah untuk masyarakat penerima bantuan yang berasal dari 2 Kelurahan yang berada di kecamatan menggala, yaitu 525 orang dari kelurahan menggala selatan, dan 285 orang dari kelurahan menggala kota, jadi jumlah keseluruhan yang mengambil bantuan BST di kantor pos hari sabtu 10 April 2021 berjumlah 810 orang, salah satu orang penerima bantuan (BST) yang bernama KODRI warga menggala selatan mengatakan “pihak kantor pos dalam pelayanan-nya tidak mengindahkan aturan pemerintah yang pada saat ini harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang salah satunya dari pada aturan tersebut yaitu jangan berkerumun dan jaga jarak serta undangan tidak bisa lebih dari 50 orang, tetapi kok sekarang malah seperti ini banyak perempuan dan laki-laki yang berdesak-desakan dan berjubel di depan loket, ucap kodri,

Ditempat yang berpisah juga salah satu penerima bantuan BST yang bernama EKA warga gunung sakti mengatakan “saya hampir ribut atau berantem gara-gara salah paham, ada salah satu laki-laki yang marah sama saya, laki-laki itu mengira saya sudah berempet-empatan sama isteri-nya,ya mau diapain lagi namanya juga berdesak-dasakn berjubel jadi satu orang-orang yang mau ngambil bantuan tersebut, ungkap eka.

(sod)