Beranda Daerah Satreskrim Polres Ciamis Ungkap Kasus Judi Togel dan Berhasil Tangkap 2 Orang...

Satreskrim Polres Ciamis Ungkap Kasus Judi Togel dan Berhasil Tangkap 2 Orang Pelaku

84
BERBAGI

Ciamis, (radarnews.id) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis ungkap kasus perjudian togel hongkong di Wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

“Hari ini kami berhasil mengamankan dua orang pelaku tindak pidana kasus perjudian togel hongkong. Penangkapan ini hasil dari operasi Pekat Lodaya Tahun 2021 selama 10 hari kemarin dari tanggal 4-13 April 2021 menjelang Ramadan,” ungkap Kapolres Ciamis, AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., di Mapolres Ciamis, Selasa (13 April 2021).

“Kami juga masih memburu satu orang DPO bernama Edi Kustiono (45) warga Desa Putrapinggang Kabupaten Pangandaran,” Kapolres menambahkan.

Lebih lanjut, Kapolres menyabarkan, bahwa pengangkapan bermula atas dasar informasi dari masyarakat bahwa di wilayahnya telah terjadi perjudian togel hongkong. (Dari informasi tersebut-red) kemudian anggota Sat Reskrim bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kebenarannya.

“Setelah diketahui benar adanya, anggota kemudian melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujarnya.

Kepada warga masyarakat, ia menghimbau untuk selalu berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dari gangguan penyakit masyarakat.

“Sehingga terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kedua orang tersangka tersebut berinisial Ro (68) warga Dusun Ciheuras dan So (53) Dusun Cikokong Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 lembar kertas karton tulisan angka judi togel hongkong, 34 bonggol atau kupon mencatat nomor untuk dipasang, 2 lembar kertas sioh, 2 unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp.269.000.

“Para pelaku dikenakan Pasal 303 Ayat (1) ke 1, ke 2, ke 3; dan Ayat (3) KUHPidana, dan/atau Pasal 303 BIS Ayat (1) KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tutup Kabid Humas.

(hms/sugiyanto)