Pringsewu,(radarnews.id)-Pengelolaan dana Badan Usaha Milik desa (Bumdes) di Pekon Yogjakarta Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu sebesar lebih kurang Tiga Ratus Lima Belas Juta Rupiah (Rp.315.000.000) di duga carut marut.
Ketua Badan Hippuun Perpekonan (BHP) Pekon Yogjakarta Joko Susilo saat di konfirmasi mengatakan bahwa menurutnya pengelolaan dana Bumdes di pekon nya masih belum pas.
Dirinya membenarkan bahwa ada beberapa masyarakat Pekon Yogjakarta yang datang kerumah nya untuk menanyakan penggunaan dana Bumdes di desanya.
“Ya betul ada beberapa masyarakat ke sini mereka menanyakan yang pertama soal kepengurusan terus soal dana yang di kelola bumdes.”kata Ketua BHP Joko Susilo, Minggu (18-04-2021).
Menurut Joko karena banyaknya masyarakat yang mempertanyakan terkait dana Bumdes tersebut pihaknya memang sudah merencanakan untuk mengadakan musyawarah di kantor pekon stempat.
“Masalah ini memang besok (Senin, 19-04-2021) rencananya kita akan rapat di balai pekon untuk menanyakan soal Bumdes.Kita juga akan mengundang camat dan pendamping,”jelasnya.
Di tanya soal pendapatnya terkait pengelolaan Bumdes di Pekon nya joko mengaku bahwa sampai saat ini menurutnya masih banyak kendala.
“Ya kalau menurut saya masih belum normal lah makanya masih tersendat sendat karena masih banyak kendala makanya besok akan sy klear kan,”tambahnya.
Di ketahui penggunaan dana Bumdes yang tercantum dalam catatan yang di tunjukan Ketua BHP Joko Susilo di duga banyak penyimpangan.
Dalam catatan tersebut tercantum nama nama warga yang meminjam dana Bumdes salah satunya nama Aji Angga Permadi selaku ketua Bumdes sebesar Rp.11.000.000 untuk kerajinan bambu dan Rp.9.000.000 untuk warung makan.
Sementara Aji Angga Permadi Ketua Bumdes Pekon Yogjakarta belum bisa di konfirmasi.
Saat di datangi kerumah nya yang bersangkutan tidak ada.
Begitu juga saat media Radarnews.id menghubungi telpon selulernya berulang ulang walaupun aktif namun tidak di angkat.
(Imron)



