Metro Lampung.(radarnews.id)-Sangat di sayangkan Proyek Peningkatan Jalan Rigid Cor Beton dari dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro TA 2021,Lokasi yang menghubungkan Kota Metro dengan desa Banjarejo 38, Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur di bibir irigasi 24 Tejo Agung sepanjang kurang lebih 300 meter diduga bangunan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggara Belanja(RAB) sehingga tidak berkualitas dan tidak transparan, Kamis (29 April 2021).
Nampak jelas di lokasi pada Proyek Peningkatan jalan Rigid cor beton dengan anggaran yang tidak sedikit bahkan mencapai milyaran rupiah namun landasan bangunan tidak menggunakan besi cor baru saja selesai sudah mengalami retak seribu.
Sementara aneh nya lagi terdapat pada plang proyek yang terpasang hanya ada dana anggaran yang sangat pantastis dengan jumlah Rp.1,051,545,100.Milyar,namun volome kegiatan tersebut tidak ter tera terkesan tidak transparan.Diduga kuat adanya kongkalikong pihak rekanan dengan dinas.
Terbukti dari hasil bangunannya yang menelan anggaran milyaran rupiah tidak berkualitas sepanjang bangunan tersebut sudah mengalami retak retak sepanjang kurang lebih 300 meter padahal selesai baru hitungan hari, berkemungkinan penyebabnya tidak menggunkan besi cor.
Hal ini Saat di komfirmasi ke pada pak Putu selaku pengawas CV graha bumi selaku kolsultan Pengawas dari CV Maju mandiri,mengatakan ke awak media ,bila pekerjaan ini tidak sesuai harapan, kita sebagai pengawas pekerjaan akan tegur pihak Rekanan.tuturnya.
Lebih lanjut dari( tim dinas PUPR Metro) di lokasi saat di wawancara tidak berani berkomentar dengan alasan bukan wewenang kami,kami di sini hanya sebatas mengecek kerjaan aja untuk dalam hal ini wewenangnya PPK Doni.Ungkap tim dari dinas
Terkait hal tersebut (team media) sudah dua kali mendatangi kator dinas PUTR Kota Metro tidak ada yang bisa di temui baik itu kepala dinas ataupun sebagai PKK terkesan menghindar,dengan alasan tidak ada di kantor ungkap salah satu staf penerima tamu.
Hingga berita ini terbit baik itu dari pihak dinas terkait atau rekanan belum bisa di komfirmasi oleh awak media.
(Sam/tim).



