Beranda Daerah Pengerjaan TPT 2021 Kampung BK Rahayu Sarat Dengan Mark Up Anggaran

Pengerjaan TPT 2021 Kampung BK Rahayu Sarat Dengan Mark Up Anggaran

826
BERBAGI

Lampung Tengah, ( Radarnews.id ) – Kampung Banjar Kertarahayu Kecamatan Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah di bawah naungan Pemegang Jabatan Sementara (Pjs) Ibu Dewi (sapaan akrabnya) telah melaksanakan program penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 tahap pertama salah satunya dalam bentuk insfratruktur (fisik) yaitu Talud Penahan Tanah (TPT) yang ada di dua Dusun yaitu Dusun 2 dan Dusun 3 dengan jumlah total 5 titik bangunan Talud yang sudah terselesaikan yaitu di Dusun 2 ada 3 titik dan Dusun 3 ada 2 titik .

Akan tetapi berdasarkan hasil penelusuran awak media saat survei di lapangan terkait pekerjaan pembuatan talud tersebut ,awak media menemukan beberapa kejanggalan dalam pekerjaan tersebut mulai dari volume ketinggian ataupun lebar serta sistem pemasangan yang di duga tidak sesuai dengan juknis pekerjaan yang ada.

Hal tersebut di analisa dari keterangan ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), Bendahara , dan Sekretaris desa (Sekdes) yang banyak ketidaksingkronan dalam memberikan penjelasan kepada awak Media terkait teknik pengerjaan talud tersebut.

Pembuatan Talud tersebut yang mana merupakan pekerjaan lanjutan dari tahun 2020 menurut keterangan bendahara kampung setempat bahwa itu merupakan pekerjaan terhutang dari tahun sebelumnya dengan material yang sudah di belanjakan berupa batu belah.

” Untuk material yang sudah di siapkan di tahun 2020 itu adalah pekerjaan terhutang , yang mana pekerjaannya terpending karena adanya covid ” , Ujar Bendahara kampung yang akrab di sapa dengan sebutan Yayak saat di jumpai di ruang kerjanya ,Rabu (9 Juni 2021).

Dengan anggaran dana yang lumayan fantastis dengan jumlah berkisar Rp 536.750.000,- untuk pembangunan talud sepanjang 1.424 meter dengan pekerjaan yang di bagi menjadi dua termen , yaitu tahap 1 yang sudah terselesaikan sepanjang 501 meter yang ada di Dusun 2 & Dusun 3 dengan menelan anggaran menurut sekretaris desa sekitar Rp 250 juta .
Lain halnya dengan keterangan dari Bendahara desa yaitu sekitar 200 juta saja.

Dengan nilai anggaran yang di anggarkan sangat fantastis tersebut akan tetapi kondisi talud yang di kerjakan di lapangan yang sudah terselesaikan sangatlah miris dan besar dugaannya pengerjaan tersebut syarat dengan Mark Up anggaran karena di duga tidak menyesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) pekerjaan .

Saat di wawancarai awak media , Karto selaku ketua TPK seperti tidak di pungsikan, Karna ia mengatakan tidak memegang juknis/RAB pekerjaan tersebut karena menurutnya ia hanya sebatas pelaksana dan hanya melaksanakan apa yang di perintahkan.

” Saya tidak pegang juknisnya mas ,kan saya cuma TPK , saya hanya sebagai pelaksana kegiatan sedangkan yang pegang Juknisnya adalah PK nya “, ujar Karto.

Selain itu , Ia pun menerangkan mengenai adukan pekerjaan tersebut dengan perbandingan 3:1 dengan menggunakan angkong .
Sedangkan di waktu yang berbeda ,Abdul (Sekdes) mengatakan bahwa adukan tersebut berbanding 5:1 dengan menggunakan bak air .

Akan tetapi , menanggapi konfirmasi dari awak Media mengenai pekerjaan talud tersebut ,Abdul selaku sekretaris desa setempat menerangkan bahwa pekerjaan tersebut menurutnya selama iniĀ  tidak pernah ada masalah dari bawah atau masyarakat” terang Abdul pada awak media.

Abdul pun menambahkan, ” apabila ada masyarakat yang komplain berarti dia tidak ikut dalam musyawarah Dusun ” , tutupnya.

(Tim).