Beranda Daerah Bursa Pejabat Eselon bergulir lagi di Kobar

Bursa Pejabat Eselon bergulir lagi di Kobar

167
BERBAGI

Kalteng, (radarnews.id)-Lelang jabatan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah berjalan dan sudah hampir penghujung Jadwal yang ditentukan.

Keputusan Hasil Seleksi Asesmen calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pertama (PPTP) di lingkungan Pemda Kobar tahun 2021 juga sudah diumumkan tanggal 31 Mei 2021 lalu.

Dan sekarang, nama – nama calon PPTP ini sudah dipegang oleh orang nomor satu di Kobar untuk untuk memutuskan siapa saja yang dipilihnya sebagai pembantu pelaksanaan Kepemerintahan Daerah yang dia pimpin.

Sudah pasti, dengan tujuan agar kabupaten ini lebih maju serta berharapan pelayanan untuk masyarakat Kobar di SKPD masing – masing lebih berkembang dan efesien.

Dalam tahap yang menentukan ini, semua elemen masyarakat berharap agar bupati Kobar bisa mendapatkan orang yang tepat menjadi pembantunya.

Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) DPD Kobar, Kristianto D. Tundjang, saat dipintai komentar dia mengharapkan, “semoga saja Bupati kita tidak terprovokasi serta tidak terintimidasi oleh siapapun dan oleh kelompok manapun. Sebab, saya dengar isu yang berkembang dalam satu dua hari ini ada sekelompok orang yang mendatangi panitia seleksi meminta sampai menggunakan perkataan ‘Harus’, nah, ini yang kami tidak suka, karena kata – kata itu sama halnya menekan Bupati.” Papar ketua Fordayak ini.

Lanjut dia, “saya yakin, Bupati bisa menilai orang yang benar – benar punya kemampuan dalam Manageman kepemimpinan serta yang mampu dan sudah berpengalaman bekerja di Bidang atau SKPD yang dia minati.

Jika ada kelompok yang mencoba mau menekan, mengintervensi kebijakan Bupati di kabupaten ini, kami langsung dari Fordayak menghadang mereka. Sebab, kami selama ini tidak menonjolkan golongan serta kesukuan, tujuan fordayak untuk membantu Tanah Dayak ini lebih maju bahkan kalo bisa, dapat bersaing di manca negara.” Tambah lelaki akrab disapa Deden ini (20/6/21) pagi tadi.

Senada yang diungkapkan Aktivis dan salah satu tokoh masyarakat Kobar, Soitmen Sia Ranying, beralibi bahwa, jika mengandalkan kesukuan, orang dayak, suku penghuni awal tanah ini punya hak juga membangun daerahnya, “dan orang dayak yang sudah ikut mencalonkan di situ bererti sudah berani diuji secara sportif, baik Kemampuannya, SDM, bahkan sampai ke secara prosedur. Tentunya sesuai Juklak dan Juknis serta PP yang berlaku.

Dalam hal ini, yang bisa kita ketahui sekarang biasanya Panitia Pencalonan PPTP itu harus berpegang pada PP-RI Nomor 11 tahun 2017 tentang MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL.

Maka, jika rekom calon PPTP itu jauh melenceng dari ketentuan PP itu, bisa saja ada laporan ke Pengadilan Tata Usaha Negara dari perseorangan ataupun kelompok nantinya.” Pungkas pria ini

Jadi, jaman sekarang jangan coba – coba pihak birokrat mau membolak balikan situasi serta memainkan bursa Jabatan strategis untuk kepentingan koorporasi mereka.” Pungkas tomas ini (19/6/21) petang kemarin.

(Yud).