Pringsewu (radarnews.id)-Pasca di beritakan Edi Hartono Ketua Kelompok Tani Sedia maju Pekon Sri Rahayu Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu langsung memasang kembali kWh listrik dan mesin penyedot air (impossible) di bangunan sumur bor di Dusun 2 Pekon setempat.
Edi membantah bahwa dirinya mengambil kWh listrik dan mesin seperti yang di beritakan sebelumnya.
Menurut Edi diri nya hanya meminjam kWh dan mesin air untuk membantu membuat sumur bor untuk kelompok tani.
“Kemaren itukan sudah hampir satu tahun beliau (Masrul Hakim) yang nunggu ini kerja di luar desa. Dan kebetulan saat itu musim hujan jadi mesin tidak pernah di hidupkan.
Yang pertama saya cabut impossible nya ketika saya hidup kan gak hidup mungkin karena sudah lama tidak terpakai jadi rusak,”jelasnya, Selasa (13-07-2021).
“Nah kalau soal kWh saya kan ketua kelompok tani sedia maju . waktu itu saya menyuruh bendahara kelompok untuk memindahkan sementara untuk membantu proyek pengeboran punya kelompok juga.karena di sana sangat membutuhkan air kami pindah kan dulu.nanti kalau sudah selesai di pulangkan lagi.ternyata setelah di coba tidak di temukan debit air.sorenya saya suruh kembalikan kesini.tapi belum di laksanakan alesan mereka belum sempat.karena sudah ada berita itu pagi nya saya pasang kembali,”ujarnya.
Di singgung terkait izin memindahkan KWh Listrik milik PLN.Efi mengaku bahwa dirinya sudah menghubungi salah satu instalatir melalui telpon namun tidak di angkat.
“Sudah menghubungi instalatir tapi di telpon telpon tidak di angkat karena urgent terpaksa kami pindah kan,”tambahnya.
Edi juga membantah bahwa dirinya adalah ketua P3A Kecamatan Banyumas.Menurutnya yang benar adalah ketua Gabungan P3A Kecamatan Banyumas.
(Mispiyan/Imron).



