Metro, Lampung,(radarnews.id)-Kini tengah Masyarakat kota Metro Melalui pesan What sapp, beredar video berdurasi 29 detik dengan isi kericuhan antara pedagang dengan petugas Satpol PP dan Pihak Kepolisian pada kamis, (15/07/21) malam.
Diduga video ini bertujuan untuk memprofokasi Warga, agar timbul kerusuhan ditengah kehidupan Warga Metro yang selama ini dikenal selalu damai dan sangat majemuk.
Banyak netizen beranggapan bahwa video berdurasi 29 detik itu terjadi kerusuhan antar pedagang dengan petugas yang beredar di sosial media grup what sapp di bernarasi untuk memprofokasi Masyarakat, seolah olah telah terjadi kerusuhan di Terminal angkutan Metro Pusat.
Sebelumnya diberitakan, Berdasarkan analisa Radarnews.id, di lokasi Terminal Kota Metro pada pukul 20.18 Wib, tidak ada sama sekali kejadian seperti yang ada di Video berdurasi 29 detik tersebut.
Aktivitas para pedagang dan pembeli berjalan dengan kondusif serta aman. Tidak ada kericuhan yang terjadi seperti video yang beredar digrup what sapp.
Melihat Postingan akun instagram @Polresmetro_lampung video berdurasi 29 detik di media sosial ternyata video berasal dari Banda Aceh pada 24 mei 2021 yang lalu.
Kericuhan antara pedagang dengan petugas Satpol PP terjadi di Pasar Kartini Peunayong Banda Aceh, sekitar pukul 01.00 WIB.
Kericuhan berawal saat petugas hendak memindahkan para pedagang ke lokasi Pasar Almahira Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Pada kejadian itu, Pedagang melempari petugas Satpol PP dan Polisi di tempat penyimpanan buah dan sayur, hingga membuat para Petugas mundur menyelamatkan diri,” dilansir dari aceh.tribunnews.com.
Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati menyampaikan, Kepolisian Polres Metro dini hari telah menerjunkan personel anggota Sabhara, Polsek Metro Pusat dan Bhabinkamtibmas untuk mendatangi lokasi Terminal Metro.
“AKBP Retno Prihawati menghimbau kepada seluruh masyarakat
Kota Metro untuk tidak terprovokasi atas video palsu/Hoax yang beredar di media sosial,” pungkasnya.
(Krisna).



