Beranda Daerah Metro Darurat Oksigen, Dirut RSUD Ahmad YAni Angkat Bendera Putih

Metro Darurat Oksigen, Dirut RSUD Ahmad YAni Angkat Bendera Putih

261
BERBAGI
Oxsigen Langka

METRO, Lampung (Radarnews.id)- Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani Metro mengaku angkat Bendera putih tanda kehabisan cara atas persoalan keterbatasan oksigen yang dinilai sangat darurat akhir akhir ini. Dilansir dari pemberitaan kupas tuntas hal tersebut disampaikan Plt. Direktur RSUD Ahmad Yani Metro dr. Hartawan dalam konferensi Pers yang berlangsung di kantor RS setempat, pada Jum’at (30/7/2021).

Konferensi Pers yang digelar itu terkait kabar viral atas meninggalnya Yohanes Erlangga (28) warga Jl. Banteng RT 39 RW 15, Kel. Hadimulyo Timur, Kec. Metro Pusat diduga akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan pada sejumlah Rumah Sakit di Metro, termasuk RSUD Ahmad Yani.

dr. Hartawan mengakui saat ini ada keterbatasan oksigen di rumah sakit setempat. Namun pihak rumah sakit membantah terkait penolakan penanganan pasien.

“Kejadian kemarin memang pasien betul datang ke RSU Ahmad Yani sekitar pukul 14.30 WIB. Kondisi saturasi oksigen pasien waktu itu hanya 50 persen. Kalau kita kondisi normal ini kan saturasi oksigennya diatas 90 persen. Jadi memang betul-betul dia membutuhkan oksigen,” tandasnya.

Dirut itu mengaku sangat dilema saat itu lantaran hanya terdapat dua pilihan dalam upaya penanganan pasien. Pertama jika pasien diterima, namun tidak bisa mendapatkan oksigen. Sedangkan jika tidak mendapatkan oksigen keluarga pasien akan mengajukan komplain.

“Kalau kita terima di RSU Ahmad Yani, di UGD dia tidak akan dapat oksigen. Kalau dia tidak dapat oksigen, jelas keluarga akan lebih komplin. Jadi dilemanya 2, apakah mau kita tidak terima dengan kondisi penyampaian bahwa memang kondisi oksigen kita kosong.

Atau kita terima dengan keluarga komplin, ngapain lo terima kalau oksigen kosong, pasti seperti itu kemarahan Keluarga Pasien nantinya, ungkap dr Hartawan. Akhirnya kondisi memberatkan pasien. Itulah yang menjadi dilema bagi kita. Karena oksigen kita bener-bener yang tersegel kosong. Jadi bukan menolak,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang ditangani RSUD Ahmad Yani sudah penuh sehingga tak dapat menampung Yohanes. Selain itu, kondisi oksigen juga benar-benar kritis bahkan di ruang IGD terdapat 27 pasien, sementara oksigen yang terpakai sudah ada 24.

“Artinya ada 3 pasien yang tidak menggunakan oksigen. Sedangkan di ruang isolasi ada 43 pasien Covid-19 yang sudah menggunakan oksigen,” tandasnya.

Diakuinya, masalah ketersediaan oksigen merupakan masalah Nasional. Masalah oksigen tersebut juga kata dia, betul-betul menguras pikiran dan menyebabkannya Pihaknya stres.

“Karena oksigen ini kita benar-benar berlomba-lomba. Kita ada 2 rekanan di Lamteng dan Natar. Kita juga ke PT Pusri Palembang. Tapi kita harus berpacu dengan waktu. Karena pasien Covid kami tidak berhenti. Sedangkan kebutuhan oksigen yang ada hanya cukup untuk pasien yang dirawat,” paparnya.

Dirinya juga menyebutkan, stok di Natar yang biasanya banyak. Akan tetapi saat kejadian yang di Natar pada saat itu ada demontrasi. Sehingga menghambat kedatangan oksigen.

“Biasanya maksimal jam 11 pagi datang, tapi karena ada demo di Natar yang meminta keluarga berebut oksigen, akhirnya truk-truk yang sudah MoU (bekerjasama, red) dengan rumah sakit itu tidak bisa keluar. Kondisi itu yang membuat keterlambatan datang oksigen,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Metro Wahdi usai membagikan Sembako dan telur kepada Warga Isolasi mandiri mengaku bah oksigen dirumah sakit di Metro masih ada.

“Wajib pemerintah melindungi Masyarakat. Saya tekankan tidak ada penolakan pasien apapun di RS. Ada keterbatasan oksigen secara Nasional, pun tidak menyebabkan gangguan dalam pelayanan kesehatan,” tandasnya

Ia juga menyampaikan bahwa banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi mengharuskan Pemkot siaga terhadap Nakes dan tenaga sukarela yang terpapar covid 19.

“Banyaknya Nakes yang terkonfirmasi positif covid 19 dan ada beberapa yang meninggal menjadikan kita tentu harus juga bertoleransi. Upaya menjaga Nakes dengan baik.tuturnya.

(Krisna).