Beranda Daerah Ida Jaya diskusi Bersama Nelayan, Keluhkan Susah Mencari Penampung atau Pembeli saat...

Ida Jaya diskusi Bersama Nelayan, Keluhkan Susah Mencari Penampung atau Pembeli saat Produksi Ikan Melimpah

189
BERBAGI

Lampung,(radarnews.id)-Kepala Pekon Parda Suka EDWAR SEPTA,S.H, dengan Ketua Nelayan Labuhan Siging,  NOVI YANTO dan Wakil Nelayan UJANG EDI,Sekretaris HERDIANTO berdiskusi bersama Ibu H.IDA JAYA Sebagai Sekretaris Pemberdayaan Perempuan dan Kesehatan Masyarakat DPP SNNU, pada hari Senin kemaren (6 September 2021) di kec Pesisir selatan Kab, Pesisir Barat ” ingin ada solusi tentang masalah ini bu, mohon sampaikan ke pemerintah agar mencarikan solusi terbaiknya untuk kesejahteraan khususnya Nelayan.

H. Ida dia berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada ketua umum, dan duduk bersama dengan pemerintah mengenai keluhan para nelayan. Intinya harus ada pelatihan seperti pembuatan abon, ikan asin dan sarden, Ungkap Ida di kediamannya pada Jum,at (10/9/2021).

Sebab jika ikan melimpah, nelayan pun kesulitan mencari pembelinya. Ikan akan terbuang oleh mereka. Maka harus ada sinergisitas nelayan, pemerintah dan investor.

Menurutnya produksi ikan melimpah pada bulan januari-maret, jika ikan banyak, biasanya terbatas pembelinya, tidak ada yang menampung.

Pemerintah harus memikirkan kesejahteraan nelayan seperti pemasarannya bagaimana pendistribusiannya bagaimana dengan tong nya juga mereka tidak punya. Intinya harus ada yang mau menampung ikan-ikan itu.

” kita harus berani cari jalan serta solusi, ini harus ada investor dan harus ada anggaran kesejahteraan nelayan,”

Dia berharap pemerintah setempat membantu program-program mereka punya dan harus disenergikan dengan apa keinginan nelayan, mensejahterakan nelayan bekerjasama dengan pemerintah. Tutur Ida Jaya

Selain itu Haruslah punya visi misi yang sama, invertor harus bisa dialokasikan ke nelayan agar bisa membantu keluhan dan dapat bener-benar menyentuh kebawah apa kebutuhan mereka.

“Apapun yang kita lakukan sebagai serikat nelayan tidak ada gunanya, jika pemerintah tidak bisa membantu. Investor pun jika pemerintah tidak setuju tidak bisa juga. Jika tidak bisa menguntungkan tidak bisa juga,” tutup Ida.

(Red).