Beranda Daerah Wow!!! Dugaan KKN Di Diskes Lamsel Semakin Terkuak

Wow!!! Dugaan KKN Di Diskes Lamsel Semakin Terkuak

331
BERBAGI

Lampung Selatan,(radarnews.id)-Dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan semakin terkuak, pasalnya selain dugaan buruknya pekerjaan pada kegiatan rehabilitasi rumah dinas di Puskesmas Haji Mena, Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Kalianda, dan Puskesmas Way Sulan juga tak luput dari ke permainan kasak kusuk oknum di Diskes setempat.

Diketahui, pada tahun 2021 Dinas Kesehatan Setempat menggelotorkan Anggara sebesar Rp.1.639.510.396,- sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk pembangunan IPAL di tiga titik lokasi puskesmas dan rehabilitasi rumah dinas Puskesmas Hajimena.

Dari hasil investigasi dan pengakuan Nara sumber mengungkapkan jika proyek pekerjaan milik Diskes tidak relevan dengan pagu anggaran yang digelontorkan dan terindikasi KKN.

Menurut pengakuan nara sumber pembangunan IPAL di Puskesmas Way Sulan dan Kalianda, sejak awal pekerjaan hingga hampir selesai tidak dipasang papan proyek.

“Sejak awal pembangunan IPAL ini memang tidak di pasang papan proyek, terkesan ditutup – tutupi, ini PPK-nya Pak Wignyo,” ujar sumber pada Pekerjaan IPAL di Puskesmas Way Sulan.

Selain itu, komponen yang digunakan pada pembuatan IPAL tersebut seperti Filterasi dan Penggunaan Piva saluran tidak mengacu pada standar mutu yang seharusnya dan hal ini tentu menunjukan berapa kurang baiknya hasil proyek IPAL milik Diskes setempat.

Menurut pengakuan Nara sumber juga mengatakan jika Pihak Diskes sangat tidak bersikap transparan, hal itu ditujukan dengan tidak dilibatkannya pihak puskesmas pada pelaksaan pekerjaan tersebut.

“Iya paling tidak dikasih papan proyek lah pak, walau pihak puskes tidak dilibatkan,” kata sumber.

Ingin tahu apa saja dugaan permasalahan lainnya pada pembangunan IPAL tersebut, tunggu serial berita selanjutnya.

Berita sebelumnya.

Kasak Kusuk Proyek Diskes Lamsel, Berdampak Pada Buruknya Hasil Pekerjaan.

Lampung Selatan — dugaan Kasak – Kusuk Anggaran Pendapat Belanjak Daerah (APBD) milik Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021, berdampak buruk pada hasil Proyek Pembanguana atau Rehabilitasi yang dikerjakan. Salah satu contohnya ialah pekerjaan Rehabilitasi Rumah Dinas di Puskesmas Haji Mena, yang menelan anggaran mencapai Rp. 197. 616.352.23,-.

Dari keterangan nara sumber, serta investigasi yang sudah dilakukan oleh awak media ini mengungkapkan jika pekerjaan Rehabilitasi Rumah Dinas yang dilaksanan oleh pihak rekanan jauh dari kata bagus.

Sumber mengungkapkan jika hasil yang buruk dari pekerjaan yang dilakukan tersebut salah satunya diakibatkan oleh kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Diskes setempat.

Selain itu sumber juga mengungkapan, adanya kasak – kusuk anggaran yang dilakukan oleh oknum di Diskes setempat, Sehingganya total anggaran yang dihabiskan pada pekerjaan rehab tersebut tidak sesuai dengan pagu anggaran yang ada.

Dari hasil investigasi dilapangan, nampak terlihat jika Man Power mengabaik Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

“dari hal kecil itu saja sudah gak sesuai apa lagi yang lainya,” katanya.

Selain itu, Pada pekerjaan tersebut juga ada monopoli Bahan baku bangunan, Seperti adanya pengoplosan semen dengan kapur atau limbah kalsium, pada penghalusan atau pengacian tembok. Hal itu tentu Mengurangi kualitas yang diharapkan.

Ditambah lagi, Sistem pekerjaan tersebut tidak menggunakan struktur aturan pekerjaan, seperti kuranganya dukungan alat kerja yang mengakibatkan hasil pekerjaan tidak baik, seperti alat penghalus dan elepasi bangunan.

Sehingganya nampak terlihat jiga tembok dari rehab tersebut tidak merata alias bergelombang.

“Seharusnya plesteran yang lama itu dikupas semua lalu di plester baru kembali agar pekerjaan rehab itu rata dan kokoh, serta terlihat baik,” ujar sumber.

dari hasil investigasi juga ditemukan jika upah Man Power yang mengerjakan rehab tersebut tidak sesuai, dari pengakuan Nara sumber hanya sebesar Rp. 60 ribu untuk kenek Man Power, Rp 80 ribu untuk Man Power.

(Tim)