Beranda Daerah Meetting Zoom KPAI Di Kantor Pengacara Hukum Keluarga Alif Suherly Masyono, SH...

Meetting Zoom KPAI Di Kantor Pengacara Hukum Keluarga Alif Suherly Masyono, SH Batal

481
BERBAGI

Metro, Lampung, (Radarnews.id)-Untuk yang ketiga kalinya, KPAI Pusat berencana mengadakan zoom meetting, guna menyatukan kembali Indra Bangsawan dengan Anak Anaknya di Kantor Pengacara hukum Keluarga, Alif Suherly Masyono yang terletak di simpang Kampus Metro Timur, kota Metro, propinsi Lampung, namun batal dilakukan.

Terkait hal itu, Komnasham Republik Indonesia hanya memberikan rekomendasi kepada Kuasa Hukum IB, Alif Suherly Masyono ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Pusat.

Meetting zoom yang pertama dilakukan di Kantor Pengacara hukum Keluarga Alif Suherly Masyono SH, selanjutnya yang kedua, KPAI Pusat melakukan Meetting zoom di Polda Lampung, barangkali hal tersebut dilakukan bahwa proses perdamaian jauh dari campur tangan Pihak luar.

Dan yang ketiga kalinya KPAI Pusat kembali berencana mengadakan zoom meetting dengan Indra Bangsawan di kantor Pengacara Hukum Keluarga Alif Suherly Masyono di seputaran Simpang Kampus Metro Timur kota Metro Propinsi Lampung.

Tepat pada Rabu tanggal 10 Nopember 2021, Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Pusat berencana menggelar zoom meetting dengan Indra Bangsawan, untuk mencari solusi bagi Pasangan tersebut.

Seperti di ketahui saat ini Pasangan itu dalam kondisi diambang perpecahan, karena masing masing ingin mempertahankan alibi Mereka.

Oleh karenanya KPAI Pusat untuk yang ketiga kalinya mengadakan Meetting Zoom guna menyatukan kembali Indra Bangsawan dengan anak anaknya tersebut.

Kuasa Hukum Indra Bangsawan Alif Suherly Masyono kepada Radarnews mengakui bahwa tujuan di adakan ya Meetting Zoom ini adalah untuk mencari solusi agar Pasangan ini bisa memberikan anak dan tidak menguasai anak

Tapi jika masing masing tidak mau memberikan anak , apa yang hendak dikata. Satu satunya jalan terbaik proses hukum pidana atau perdata yang harus ditempuh, Dia sebagai Kuasa Hukum tak bisa berbuat, karena yang punya keinginan adalah Mereka berdua, Dirinya hanya bisa menuruti apa kata Kliennya, pungkas Alif Suherly Masyono SH.

(Krisna).