Beranda Daerah Sungai Kiyahan Yang Deras mengakibatkan Tanah Warga Lingga Jadi Longsor

Sungai Kiyahan Yang Deras mengakibatkan Tanah Warga Lingga Jadi Longsor

307
BERBAGI

Muaraenim, (Radar News id)-Sudah lebih dari 5 tahun tanah warga Dusun 4 Desa Lingga longsor akibat terjangan air kiyahan lebih kurang sepanjang 100 meter dan sekitar 7 meter pinggir Sungai Kiyahan yang tergerus sampai sekarang belum juga dibangun tembok penahan tanah dari Pemerintah.

Dalam pantauan awak media tanah warga Dusun 4 Desa Lingga longsor akibat terjangan derasnya arus Sungai Kiyahan yang berlokasi dekat jembatan Dudun 4 Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Kamis, (23/12/2021).

Hal tersebut dituturkan oleh perangkat Desa Lingga doni” kalau tanah milik Halim, dan pemakaman keluarga Khairul serta pemakaman keluarga Hasyim sudah sejak lama longsor akibat terjangan arus Sungai Kiyahan sampai saat ini belum juga dibangun tembok penahan tanah, padahal sudah diusulkan terus menerus dan juga sudah ditinjau dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim” tuturnya.

Lanjutnya” tanah longsor tersebut sudah beberapa kali diusulkan untuk dibangun, baik melalui musrenbang atau diusulkan secara khusus, bahkan diusulkan melalui ketua DPRD Muara Enim, tapi belum juga dibangun, bahkan disarankan baik dari Pemerintah maupun Ketua DPRD, agar diusulkan langsung ke Dirut PT. BA, sampai saat ini juga belum teralisasi” katanya.

Kemudian dikatakannya” saat ini tanah longsor tersebut sudah mendekati pemakaman warga, bahkan sudah sampai kejalan setapak yang dibangun Pemerintah Desa, apalagi pada musim penghujan ini sangat kuatir sekali, dan belum lama ini pohon kelengkeng warga ikut jadi korban sudah roboh ke sungai” jelasnya.

Ketika diminta keterangan dari pemilik tanah Halim, katanya” tanah kami sudah sejak dulu longsong akibat terjangan air kiyahan dari tembok penahan tanah diseberang sungai, pada awalnya sedikit, jadi akhirnya merembet sampai ke Muara Sungai Kiyahan” imbuhnya.

” diungkapkannya, apalagi waktu musim hujan, dikuatirkan nanti kuburan milik keluarga khairul dan keluarga Hasyim bisa terbongkar, sekarang sudah sampai ke jalan setapak yang dibangun Desa Lingga” ungkapnya.

” harapan kami, agar Pemerintah dan pihak PT. BA dapat memperhatikan Desa Lingga untuk cepat dibangun tembok penahan tanah sebelum tanah berguguran terbis, jangan sampai kuburan jadi terbongkar akibat terjangan Air Kiyahan ini” demikian harap Halim sambil menghela napas.

Ditambahkan Kadus 4 Desa Lingga Surono, juga mengatakan, kami sudah mengusulkan melalui musrenbang dan juga kami usulkan ke DPRD Muara Enim, terakhir kami usulkan langsung ke Dirut PT. BA, atas saran Ketua DPRD Muara Enim, pungkasnya. (Amelia)