Beranda Daerah Kapolres Berjanji Mengungkap Bank Plecit Berkedok Koprasi di Kota Metro, Meresahkan Warga

Kapolres Berjanji Mengungkap Bank Plecit Berkedok Koprasi di Kota Metro, Meresahkan Warga

2201
BERBAGI
Foto : Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun

METRO , (radarnews.id)- Maraknya Bank Plecit atau pemberi pinjaman uang dengan bunga tinggi di wilayah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara mulai meresahkan dan dikeluhkan masyarakat.

Prilaku kawanan penagih hutang Bank Plecit mengatas namakan Koprasi yang meresahkan masyarakat tersebut terungkap dari laporan Ketua RW 11 Kelurahan Karangrejo dalam silaturahmi Sahabat Kamtibmas yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Metro Utara, Sabtu (5/3/2022).

Foto : Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun bersama Jajarannya.

 Wawan Aprianto, Ketua RW 11 mengungkapkan, pihaknya kerap mendapatkan laporan dari warga dilingkungannya terkait dengan perilaku penagih hutang Bank Plecit yang meresahkan.

“Yang jelas bank plecit ini sangat meresahkan sekali karena mereka yang mendapat keuntungan atau suku bunganya besar, kita selaku pamong itu dibawa-bawa terus. Karena setiap ada permasalahan dengan warga itu terkait dengan pamong. Hampir 30 persen warga di wilayah saya itu jadi korban bank plecit,” Ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Jumlah Bank Plecit berkedok koperasi itupun tak sedikit. Sebanyak 20 Bank Plecit dikabarkan beroperasi diwilayah Karangrejo, Kecamatan Metro Utara.

“Jumlahnya ada sekitar 20 yang mengaku koperasi di wilayah saya ini. Untuk pinjamannya itu variatif, ada pinjam 500 ribu, satu minggu jadi 600 ribu. Jadi kalau dia bayarnya sebulan, maka bayarnya 900 ribu,” Ucapnya.

Wawan mengaku pernah mendampingi warganya menangani langsung persoalan tersebut. Ia mencatat, sebanyak 30 persen warga diwilayahnya berhutang pada rentenir Bank Plecit.

“Itu saya pernah nanganin langsung, kita pernah berbenturan langsung, karena ada salah satu warga yang merasa dimaki-maki oleh Debkolektor. Untuk korbannya di wilayah saya kurnang lebih ada 30 persen,” jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, akibat terlilit hutang dengan Bank Plecit sebanyak empat rumah warganya di RW 11 nya terancam terjual. Ia meminta Aparat Kepolisian Resort Metro untuk dapat menangani persoalan Bank Plecit berkedok koperasi di Metro Utara.

“Di tempat saya ada empat rumah yang terancam dijual karena bank Plecit ini. Jadi kita minta Polisi bagaimana solusinya. Intinya itu saja, agar tidak terus marak dan menjalar lebih luas,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat Karangrejo.

“Kalau terkait bank plecit itu bukan hanya terjadi Metro Utara, di semua tempat bisa terjadi. Namun, langkah yang akan kita lakukan, seperti kegiatan yang dilakukan hari ini. Dengan kegiatan ini secara tidak langsung kita mensosialisasikan solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat. Masyarakat itu sahabat Kamtibmas. Apapun permasalahan mereka, mereka bebas menyampaikan kepada Kapolsek dan Kapolres,” Tegasnya.

Kapolres menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan terhadap jumlah Bank Plecit berkedok koperasi diwilayah Metro Utara.

“Karena kita memang sudah diperintahkan Bapak Kapolda, bahwa kita wajib menjawab apa permasalahan masyarakat, pertanyaan media. Kemudian terkait bank plecit, langkah paling penting adalah kita harus mendata dulu, ada berapa banyak di wilayah Metro Utara, lalu kita analisa,” kata dia.

AKBP Yuni memberikan target kepada personilnya untuk dapat mengungkap laporan masyarakat tersebut terkait dengan keresahan akibat Bank Plecit.

“Modusnya seperti apa, motifnya seperti apa, dan kenapa itu bisa terjadi pada masyarakat. Harapannya satreskrim Polres Metro bisa menyelesaikan permasalahan ini. Untuk jangka waktunya satu bulan saya berikan agar mengungkap dan melakukan penindakan. Dari mendata, mensosialisasikan, kemudian jika ada pelanggaran, Reskrim harus turun. Jadi target sebulan harus ungkap,” tandasnya.

Diketahui, Bank Plecit merupakan pinjaman uang kepada masyarakat dengan bunga yang tinggi. Biasanya penagihan dilakukan secara rutin sesuai perjanjian. Informasi yang dihimpun warga yang meminjam uang di Bank Plecit mendapatkan ancaman hingga kekerasan fisik bila telat membayar angsuran. (Arb/red).