Beranda Daerah Ketua DPRD Kota Metro Minta Agar Pemerintah Tidak Terlalu Banyak Berwacana

Ketua DPRD Kota Metro Minta Agar Pemerintah Tidak Terlalu Banyak Berwacana

349
BERBAGI

Kota Metro,(radarnews.id)-Ketua DPRD Hi. Tondi Ghadapi Nasution mengingatkan Pemerintah kota Metro agar tidak terlalu banyak diskusi dan koordinasi, ada baiknya eksekusi yang harus dikedepankan. Hal itu Ia katakan saat menjadi Pembicara sebelum acara Musrenbang tingkat kota di mulai, kegiatan tersebut di gelar di gedung asrama Haji pada Rabu, 9/3/2022 kota setempat.

Tondi mengingatkan bahwa, selain saat ini masih situasi vandemi, termasuk tahun 2024 Indonesia mulai menggelar agenda besar yaitu Pemilihan Umum yang mau tidak mau harus dilakukan, karena itu merupakan perintah Undang Undang.

Karena Pemerintah saat ini memang sedang dipusingkan dengan omicron, juga situasi perekomian yang memang sedang morat marit. Alangkah baiknya jika Pemerintah mengeksekusi saja apa apa yang sudah menjadi visi dan misinya Walikota Metro saat ini saja.

Selain itu, Tondi mengingatkan bahwa rumah sakit yang dibilang Pemerintah rujukan gratis, tentu rumah sakit milik Pemerintah. Tapi kalau rumah sakit swasta sepertinya hal itu tidak mungkin.

Sebab rumah sakit itu butuh Tenaga kesehatan, mulai dari Dokter serta obat obatan, termasuk oksigen dan sebagainya. Kalau mewacanakan berobat gratis pada rumah sakit swasta menurut Saya itu hal yang mustahil.

“Seharusnya Pemerintah tidak terlalu banyak kordinasi serta merencanakan kegiatan kedepan yang muluk muluk, saat ini Rakyat butuh eksekusi serta kerja nyata dari Pemerintah” ungkap Tondi saat jadi Pembicara sebelum acara Musrenbang di mulai.

Ada banyak Tamu Undangan yang hadir pada acara musyawarah rencana pembangunan tingkat kota, mulai dari Ketua DPRD kota Metro, Wakil Gubernur Propinsi Lampung, Walikota beserta Wakil Walikota Metro, Camat dan Lurah se kota Metro, serta para Anggota Forum komunikasi Pemerintah kota Metro.

Selain ada beberapa hal yang masuk pada pembicaraan pada Musrenbang tersebut, diantaranya termasuk pertumbuhan Penduduk yang begitu pesat di kota pendidikan tersebut.

Walikota dalam pemaparannya mengatakan bahwa Rumah sakit milik Pemerintah kota Metro saat ini sudah ada dua, pertama Rumah Sakit Jenderal Ahmad Yani tipe B dan Rumah sakit Bantul tipe D.

Oleh karenanya Dia minta dukungan semua Pihak termasuk Forkopimda dan ASN Metro dalam mewujudkan mimpi Rakyat, Dia juga mengapresiasi kehadiran pemerintah Propinsi Lampung, oleh karenanya, Walikota meminta dukungan dari Pemerintah Propinsi Lampung dalam pengoperasian dua rumah sakit milik Pemerintah tadi. Terutama RSUD A Yani yang menjadi rujukan lokal Pasien covid 19 hingga omicron.

Sebab saat ini angka kemiskinan di Metro naik lebih dari lima persen sejak 2018 lalu, untuk itu perlu dukungan dan sinergi Kita semua, agar Metro dapat terus maju ditengah vandemi Nasional Covid Omicron saat ini.

Sementara Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim dalam pemaparannya memuji keberhasilan kota Metro mulai dari pendidikan, kesehatan dan juga hasil pertanian yang jadi Penopang kemajuan di Propinsi Lampung. Oleh karenanya pertumbuhan perekonomian kota Metro perlu di apresiasi, terutama pertumbuhan ekonomi kreatif, ungkap Wagub.

“Pertumbuhan ekonomi kreatif Metro perlu menjadi percontohan, sebab Metro saat ini menempati posisi kedua terbaik se Propinsi Lampung pada ekonomi kreatif” pungkas Nunik.

(Krisna).