Beranda Daerah Komisi III DPRD Metro Himbau Dishub Siaga Pada Jam Sibuk Jelang Idul...

Komisi III DPRD Metro Himbau Dishub Siaga Pada Jam Sibuk Jelang Idul Fitri 1443 H

375
BERBAGI

Metro, Lampung, (Radarnews.id)-Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Metro kepada Media mengatakan bahwa Dinas Perhubungan harus selalu siaga pada jam sibuk ditempat tempat yang sering jadi lokasi kemacetan. Seperti di pertigaan Bank Lampung Jalan Jenderal Ahmad Yani, lampu merah Ganjar Agung dan perempatan Pos kota serta tempat tempat lainnya.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Metro Ahmadi, sebab menurutnya kurang sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 hijriah, sejumlah pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan di Kota Metro Lampung, ramai dipadati Pengunjung.

Padatnya pengunjung tersebut tentu saja berdampak kemacetan lalulintas di sekitar kawasan pusat perbelanjaan dikeluhkan sejumlah pengguna jalan.

“Kita minta Anggota Dinas perhubungan selalu siaga pada jam jam sibuk ditempat yang selama ini sering terjadi kemacetan, apalagi saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H” ungkap Wakil Ketua Komisi III kepada Awak Media.

Menurut Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PKS tersebut, DPRD Kota Metro Ahmadi, kepada Awak Media mengatakan akan segera
berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemerintah kota Metro.

“Komisi III telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Dishub menyampaikan kepada Komisi III, bahwa sudah ada petugas piket dititik lokasi tersebut. Nantinya akan lebih fokus pada jam-jam ramai pengunjung agar tidak terjadi kemacetan parah,” kata Ahmadi menirukan Kadishub, Minggu sore kemarin.

Lebih lanjut, Ahmadi mengakui, tidak dapat melarang orang untuk datang ke pasar. Oleh karenanya, pengamanan dan rekayasa lalin harus diterapkan dengan bekerjasama dengan berbagai Pihak.

“Peningkatan jumlah pengunjung memang umum terjadi jelang lebaran. Hal itu lantaran meningkatnya kebutuhan yang harus didapat oleh Masyarakat jelang hari raya Idul Fitri,” tuturnya.

Disisi lain, pihaknya menghimbau agar pengelola pasar swalayan maupun pasar tradisional menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

“Mulai dari peningkatan pada sisi pengawasan protokol kesehatan (Prokes) serta keamanan dan kenyamanan pengunjung,” pungkasnya.

(Krisna) .