Beranda Daerah Panti Asuhan Rumah Perjuangan Di Biayai Dari Hasil Jualan Pulsa

Panti Asuhan Rumah Perjuangan Di Biayai Dari Hasil Jualan Pulsa

537
BERBAGI

Metro Lampung, (Radarnews.id)-20/6/2022. Panti Asuhan Rumah Perjuangan 29 di Kelurahan Purwosari Metro Utara, saat ini sudah dihuni delapan Anak Anak terlantar. Berawal niat baik dari seorang Bapak bernama Slamet, bersama Anak Anaknya yang ingin menampung Anak Anak yang ditelantarkan Orang tuanya.

Akhirnya muncul ide mendirikan Panti Asuhan, agar jika ada Anak Anak yang terlantar dan membutuhkan bantuan bisa di tampung. Rumah perjuangan tersebut berdiri bangunan di lahan seluas 23×27 meter persegi, Slamet bersama Anak Anaknya mulai mendirikan bangunan seluas 5×22 meter persegi secara swadaya. Hingga saat ini sudah ada Penghuni delapan Orang Anak yang telah Mereka tampung.

Anak Anak tersebut berasal dari dalam Propinsi Lampung, seperti dari Kabupaten Way Kanan, bahkan dari luar Propinsi Lampung seperti dari Propinsi Jambi. Namun Slamet didampingi Putra Putranya mengatakan melalui Media ini bahwa untuk membiayai Penghuni Pantinya didapat dari hasil counter Anaknya berjualan pulsa. Menurutnya biaya yang dikeluarkan selama ini sekitar dua juta Rupiah perbulan.

Dirinya mengaku selama ini bersama Keluarga, untuk membiayai pakan, sandang hingga papan secara mandiri. Artinya belum ada campur tangan Pihak luar, termasuk Pemerintah kota Metro. Untuk itu Slamet mengatakan bahwa jika ada yang punya niat baik untuk membantu Anak yatim, bisa berbagi melalui Panti asuhan rumah perjuangan 29 Purwosari Metro Utara.

Saat disinggung soal bantuan dari Pihak luar, Slamet mengaku belum pernah ada bantuan dari manapun, karena Pihaknya melakukan kegiatan tersebut Lila hita’ Allah.

Kalaupun tidak di bantu menurutnya, to selama ini masih bisa berjalan, namun Slamet mengatakan jika ada yang mau beramal untuk kehidupan berikutnya, Dirinya mengaku siap menerima.

” Tidak di bantu ya tidak apa apa, namun jika ada Pihak Pihak luar yang merasa lebih, Kita tidak menolak” papar Slamet.

Dia mengakui bahwa Panti asuhannya ini baru memiliki ijin lingkungan, Panti Asuhannya belum memiliki ijin operasional dari Pemerintah kota Metro.

Sebab Keluarganya tidak faham cara mengurus ijin mendirikan Panti Asuhan, untuk itu Dia perlu masukan dari Pihak luar.

” Panti Kita ini belum memiliki ijin operasional, baru punya ijin lingkungan saja Mas” kata Slamet.

Meski demikian, Dirinya mengaku sudah diberikan mu’jizat oleh Allah dengan diterimanya salah seorang Putranya menjadi PNS di Metro.

“Anak Saya yang nomor dua sudah diterima menjadi Guru oleh Pemerintah kota Metro” pungkas Slamet.

(Krisna).