Lampung Timur,(radarnews.id)-Bantuan dana untuk membangun Tangki septik di desa Siraman Kecamatan pekalongan Kabupaten Lampung Timur mulai terkuak adanya dana yang di selewengkan oleh dinas,pendamping dan kepala desa setempat setelah beberapa media melakukan Kompirmasi Ketua kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Di desa itu.Kamis 30 juni 2022 malam
menerut ketua ksm desa Siraman untuk klosed Sekabupaten Lampung Timur yang menyuplai dari dinas perkim atau Bapak Mulyanda di waktu itu dia masih menjabat sebagai kepala dinas dengan harga 250/biji dan itu sesuai dengan harga yang ada di RAB,Kami di wajibkan mengambil ke dia pedahal kalo beli di pasar itu harganya paling 100 Ribu samapi 150 ribu.
Lebih lanjut Ketua KSM juga menjelaskan,itu pertitik menghabiskan dana hanya 5 juta/titik untuk sisanya 70 juta di ambil kepala desa dengan alasan untuk acara lomba desa .
selain itu Ketua Ksm juga menegaskan dana tersebut juga di berikan ke Edi pramono selaku pendamping dari dinas sebesar 8% dari total anggaran sebenarnya dia (Pendamping) meminta 10% tapi saya tidak mau,jelas nya.
Sebelumnya Tim NGO GMC(generasi masyarakat cerdas) dan beberapa awak media telah melakukan penulusaran ke lokasi di duga bangunan tersebut hanya menghabiskan kisaran 5juta/titik sesuai dengan apa yang di sampai oleh ketua Ksm desa Siraman artinya
dari anggaran Rp665.000.000 yang di gunakan hanya 475.000.000.
perlu di ketahui Pembangunan tangki septik di desa siraman pada tahun 2021 mendapat bantuan dari pemerintah 95 unit/pertitik dengan total anggaran Rp 665.000.000 atau Rp7.000.000 pertitik(Rbs/Tim)
Pembangunan Tangki Septik Skala Individual Perdesaan Minimal 50 KK, ada 92 Unit di Desa Gondang Rejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Pada Tahun 2021 Anggaran Senilai Rp.630.000.000,- Sedangkan dalam pertitik nya di anggarkan Senilai Rp.7.000.000,-
Sementara itu dari tim investigasi NGO GMC turun kelokasi melihat kroscek diprediksi rincian pertitik diduga pembangunan hanya menggunakan anggaran senilai sekitar Rp.4.000.000,- hingga Senilai Rp.4.500.000,- dalam pertitik lokasi bangunan tersebut.
Material yang digunakan adalah Asbes, Dinding GRC , Kayu Kasau, Pipa, Paku, Kloset, Besi rakitan, Seplit, Pasir,Pintu pvc dan HOK. Menurut total yang dibelanjakan senilai Rp.4.000.000,- hingga Rp.4.500.000,-
Saat dikonfirmasi oleh awak media Sucipto selaku KSM ia mengatakan bahwa kalau klosed itu kemarin order dari Dinas PUPR Lamtim kalau satuan harganya saya lupa, GRC beli sendiri kayu beli sendiri,” Ucapnya.
KSM kelompok swadaya masyarakat yang intinya tujuan nya sama pada waktu monitoring itu yang turun kroscek dari Dinas PUPR Lamtim, kejaksaan 2 kali turun kroscek pada tahun 2021 itu, “Jelasnya.
Ditempat terpisah salah satu warga mengatakan bahwa belanja material selain klosed, itu di toko material yang ada di Desa Gondang Rejo, kalau masalah harga yang waktu kami belanjakan itu saya tidak tahu harga satuannya karena saya cuma di suruh ambil ke toko material yang ada didepan lapangan desa Gondang Rejo,
Kemudian kalau klosed itu sudah ada yang order sendiri dari Dinas Lamtim, ” Terangnya.
Sementara pemilik toko Yurnalis mengatakan dulu memang belanja material kesini cuma kalau klosed yang ada yang ngorder dari Dinas Lamtim, kemudian kalau masalah harga klosed yang standar itu sekitar Rp.150ribu rupiah,” Ujarnya.
Kalau lainnya belanja nya memang disini, dan masalah harga satuan nya saya juga lupa karena itu di tahun 2021,” Jelasnya.
(Red).


