Beranda Daerah Aksi Ormas Tuntut Presiden Batalkan Kenaikan Harga BBM

Aksi Ormas Tuntut Presiden Batalkan Kenaikan Harga BBM

415
BERBAGI

Metro Lampung ,(Radarnews.id)- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu gelombang penolakan dari berbagai lapisan Masyarakat. Sebelumnya Massa yang mengatasnamakan Kader PKS Di Kota Metro melancarkan aksinya, hingga hari ini Senin tanggal 12/9/2022, puluhan Anggota yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Masyarakat Lokal (GML) melakukan demo di Bundaran Tugu Pena hingga Kantor Walikota, Senin (12/9/2022).

Dalam aksinya Pengunjukrasa meminta Pemerintah Kota Metro mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menurunkan harga BBM yang membebani Masyarakat tersebut.

Dalam orasinya, Ketua DPD GML Kota Metro, Slamet Riyadi secara tegas menolak naiknya harga BBM terhitung sejak 3 September 2022 lalu

“Didasari keprihatinan yang mendalam terhadap kenaikan harga BBM tertanggal 3 September lalu sampai dengan sekarang terhitung sudah 9 hari masyarakat yang terdampak langsung atas kenaikan BBM tersebut membuat Warga menjerit, dan tentunya kenaikan harga tersebut akan memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya,” ujar Slamet dalam orasinya.

Dalam aksi massa itu, terdapat tujuh tuntutan yang menjadi bahan orasi pengunjukrasa. Mulai dari desakan kepada Presiden Republik Indonesia hingga desakan ke Walikota agar dapat memastikan ketersediaan stok BBM di Metro.

“Pertama, kami menolak dan mengutuk keras kebijakan kenaikan harga BBM. Kedua, kami mendesak agar pemerintah menurunkan harga BBM, Ketiga, kami mendesak agar Presiden mencopot menteri Keuangan Sri Mulyani,” bebernya.

“Kemudian Keempat, kami mendesak agar Presiden mencopot menteri BUMN Erick Thohir. Kelima, kami mendesak pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota metro agar menstabilkan harga-harga bahan pokok dan lain-lain,” imbuhnya.

Dua tuntutan terakhir ditujukan kepada Pemkot Metro serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) untuk memastikan ketersediaan stok BBM.

“Keenam, kami mendesak Walikota metro dan forkopimda agar memastikan BBM seluruh SPBU yang ada di Kota Metro aman pasokan serta tidak antri yang berkepanjangan. Terakhir, kami mengajak kepada seluruh komponen anak bangsa agar berdoa bersama untuk keselamatan rakyat, kemajuan bangsa, negara kesatuan republik indonesia,” bebernya.

Slamet juga menyebutkan, tuntutan yang dilontarkan tersebut merupakan isu nasional yang saling berkaitan. Ia mengancam akan kembali menggelar aksi jika tuntutannya tidak ditindaklanjuti.

Walikota Metro, Wahdi menerima seluruh aspirasi peserta aksi. Ia juga berjanji akan terus melakukan koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi untuk menyampaikan aspirasi Masyarakat di Kota Metro tersebut.

“Terimakasih, tentu akan kita sikapi. Kita sudah melakukan koordinasi dan terus akan berkoordinasi, saya kira cukup. Sepakat kita bersama, kita akan bersama-sama mendampingi masyarakat. Tentu juga pemerintah pusat sudah berupaya semaksimal mungkin dalam hal ini. Mudah-mudahan apa yang disampaikan tadi dapat kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.

(Krisna).