Metro Lampung,(radarnewsid)- Terjadi Penganiayaan pada warga Kota Metro, merupakan korban Ayah dan Anak dianiaya aksi koboi yang Mengatas namakan Pengaman Lampung diduga pelaku merupakan Oknum Polri, akibat penganiayaan tersebut, kedua korban merupakan ayah dan anak di rawat di rumah sakit Ahmad Yani kota metro Lampung di karnakan menderita luka lebam dan luka lecet dan gores yang cukup serius, diduga akibat pukulan benda tumpul atau bogem mentah pelaku, diketahui tempat kejadian perkara di 21 B gang padi/RT 01/RW 01 kelurahan yosomulyo kecamatan metro pusat – Kota metro Lampung. Selasa Malam Rabu (20/9/2022).
Kedua warga tersebut diketahui ayah dan anak yang merupakan tetangga pelaku,bahkan Jarak rumah keduanya hanya dipisahkan dengan pagar tembok.hal itu juga dibenarkan salah seorang tetangga korban dan pelaku.
Aksi brutal yang yang di lakukan diduga oknum Polisi yang mengatas nama Pengamanan Lampung,membuat keduanya menderita luka lebam di sekujur tubuh.
Karena saat kejadian kedua korban bukan hanya dipukul bogem mentah saja, melainkan keduanya diinjak dan ditendang oleh pelaku, yang berjumlah sekitar belasan orang.
Akibat kejadian itu,kedua korban di larikan warga ke Rumah Sakit Umum Jenderal Ahmad Yani Kota Metro.sang ayah bernama ridwan sementara anaknya bernama angga setiawan, keduanya merupakan korban kekerasan para pelaku yang diduga oknum anggota polri.
Menurut kedua Korban Ridwan dan Angga setiawan, kejadian bermula sekitar pukul 22.00 Wib hari selasa malam Rabu 20/9/2022, para pelaku yang diduga anggota polri itu ditegur oleh korban, karena menggangu istirahat warga, karena sudah sering kali menyetel musik karaoke dengan nada yang tinggi,hal itu sudah pasti mengganggu tidur masyarakat.
Hal tersebut kemudian membuat Korban (Ridwan) mendatangi TKP yang kebetulan rumahnya berdempetan dengan lokasi kontrakan para pelaku penganiayaan, namun mereka atau pelaku tidak terima atas teguran yang disampaikan korban.
Kemudian terjadi cekcok antara korban dengan pelaku Adam, pelaku yang menurut ridwan, salah seorang ia kenal adam merupakan penghuni rumah yang dikontrak Para Pelaku, Ridwan mengakui ia pegang kerah bajunya.dia menduga hal itulah yang membuat belasan rekan adam yang sedang karaoke gantian emosi dan marah, lalu menyerang korban ridwan dengan membabi buta,sehingga terjadi keributan tersebut mengundang anak korban, bernama Angga Setiawan untuk memisahkan yang terjadi antara orang tuanya dengan si Adam,namun Anak Korban justru ikut menjadi Sasaran penganiayaan.
Bersamaan itu Istri Korban sembari mengurus suaminya yang sedang di rawat,menceritakan kejadian di TKP, korban melihat anak nya sedang di aniaya oleh pelaku,setelah melihat putra nya sedang di aniaya para pelaku, ibu korban memohon kepada para pelaku untuk menghentikan namun tidak di indahkan bahkan semakin menjadi jadi berlangsung penganiayaan terhadap putranya, sehingga putranya mengalami luka serius di bagian kepala.
Pada waktu kejadian pelaku tersebut sempat mengaku bahwa mereka Sebagai Pengaman Lampung,dan dirinya membenarkan ada tembakan ke udara sehingga buat warga setempat geger mendengar letusan senapan, namun tidak berani mendekat ke lokasi Kejadian karna merasa takut.
Atas kejadian yang menimpa suami dan putra nya,dirinya berharap kepada aparat penegak hukum memberikan keadilan pada rakyat kecil seperti keluarganya.
Kemudian niat baik Angga Setiawan itu disalah artikan oleh belasan pelaku lainnya, membuat korban angga,diserang juga oleh oknum pelaku dengan cara memukuli wajah dan menendang muka korbang angga beserta sang ayah bernama ridwan hingga keduanya tersungkur lalu diinjak injak. hal itu juga diamini oleh tetangga korban sekitar, menurutnya ada suara tembakan dilokasi lebih dari empat kali.
Akibat aksi brutal belasan pengeroyok tersebut membuat korban ketakutan setengah mati, sebab selain menganiaya kedua korban, ternyata menurut angga yang merupakan putra korban ridwan, para pelaku menembakan senjata api ke udara beberapa kali. hal tersebut tentu saja membuat nyali kedua korban jadi ciut dan menyebabkan korban menjadi bulan bulanan pelaku.namun menurutnya,pada rabu pagi, (21/9/2022) kapolres metro AKBP yuni iswandari sudah membesuk korban di ruang IGD RSUD Ahmad Yani Kota Metro.
Menurutnya, semua biaya korban akan ditanggung oleh polres metro.artinya kepolisian akan menanggung semua biaya pengobatan kedua korban. namun menurut riduan, luka anaknya lebih parah dari dirinya. dia menduga putranya tersebut mengalami gegar otak akibat ulah serta pukulan oknum petugas yang diduga dari Korp bhayangkara.
Namun saat akan dimintai keterangan di markas polres metro, baik kapolres, waka polres maupun kasatreskrim polres sedang ada tugas ke polda lampung. menurut keterangan anggota yang piket, pimpinannya sedang berada di polda lampung karena sedang ada urusan disana.
Pelaku menganiaya warga hanya karena ditegur, karena suara musik mengganggu, sangat tidak masuk akal. jam kejadian sekitar pukul 22.00 malam Rabu,menurut korban angga apakah oknum yang menembak ke langit dibenarkan,meski hanya menembak keatas dibenarkan oleh undang undang maupun peraturan kapolri.
Untuk itu diminta kepada kapolres metro agar melakukan tes urine kepada para pelaku, sebab kelakuannya sudah diluar batas normal manusia.karena tidak mungkin jika anggota dalam kondisi normal menganiaya warga dan menembakan pistol meski membuang peluru keatas, hanya karena ditegur tetangga di karena suara musiknya volomenya cukup keras sehingga mengganggu ketenangan warga,jelas korban.
(Krisna).



