Beranda Daerah Wanita Paruh Baya Warga Desa Panaragan Mengakhiri Hidupnya Dengan cara Gantung Diri

Wanita Paruh Baya Warga Desa Panaragan Mengakhiri Hidupnya Dengan cara Gantung Diri

539
BERBAGI

Tubaba.,(Radar news.id.)-Seorang wanita paruh baya DH (41) Rt 04, Rw 06, warga Tiyuh (Desa) Panaragan Suku 6, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Radar news.id. di lapangan, DH mengakhiri hidupnya karena frustasi lantaran penyakit Diabetes yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Sementara itu, salah satu Aparatur Tiyuh Panaragan, Basyah Putra, mengatakan. Jumat (11/11/2022), Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya bernama M.Z (50), sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu dirinya menemukan korban telah tergantung di salah satu ruangan rumahnya saat pulang dari Pasar Panaragan Jaya.

Melihat kejadian itu, suaminya langsung melakukan pertolongan dengan berusaha melepas tali ikatan di leher korban, dan meminta pertolongan ke warga sekitar dan melapor ke kepala suku 6.

“Kemudian, kepala suku 6 menelpon saya dan menceritakan kejadian. Kebetulan hari ini petugas kesehatan sedang melakukan fogging membawa mobil Ambulance, dan akhirnya saya langsung meminta bantuan mobil tersebut untuk membawa korban ke RSUD dengan didampingi Keluarga dan Aparatur Tiyuh.” Jelasnya.

Jelas dia, namun saat sampai di RSUD, nyawa korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal saat kejadian. Korban atau Bu DH ini berprofesi sebagai pengurus BPNT Tiyuh Panaragan yang merupakan warga Suku 6 Tiyuh setempat.

“Beliau ini informasinya memang telah lama sakit mengidap penyakit diabetes akut, kemungkinan korban bunuh diri karena frustasi akan sakitnya tersebut.” Ujarnya.

Berdasar pantauan langsung media, saat Jenazah dibawa ke RSUD, tim medis menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lainnya atau murni dikarenakan gantung diri, dan pihak Kepolisian pun telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga pukul 12.00 Wib. Korban dibawa kembali ke kediamannya untuk dimakamkan.

(Rus)..