Beranda Daerah Camat dan Bhabinkamtibmas, Imbau Warga Jangan Muda Percaya Dengan Berita Hoax

Camat dan Bhabinkamtibmas, Imbau Warga Jangan Muda Percaya Dengan Berita Hoax

394
BERBAGI

Mesuji ,(radarnews.id)- Beredarnya informasi mengenai dugaan penculikan anak dengan penjualan organ tubuh saat ini sedang massif terjadi di hampir setiap Kabupaten, tidak terkecuali di Bumi Bumi Ragab Begawe Caram saat ini melalui pesan berantai di Whatsapp, yang akhirnya membuat gaduh para orang tua saat anaknya sekolah.

Dari informasi yang dihimpun media ini, pesan suara terkait beredarnya penculikan anak itu beredar luas dan meresahkan masyarakat Mesuji.

Pesan-pesan terkait penculikan anak itu pun di kabarkan terjadi di Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur, Tanjung Raya, Simpang Pematang, dan Way Serdang.

Hal ini tentunya membuat orang tua yang mempunyai anak usia dini merasa khawatir dan was-was, apalagi pada saat anak mereka pulang sekolah tiba, tidak ada yang menjemput.

Namun dari kabar itu, Camat Mesuji Amat Rofi’i, memastikan sampai saat ini belum ada yang terjadi di Kecamatan Mesuji ini, tentang kasus penculikan anak yang lagi marak beredar.

“Untuk sementara terkait dengan penculikan anak, kalau di Kecamatan Mesuji ini belum ada laporannya, namun kita juga tetap menghimbau agar warga peka dengan lingkungan sekitar,” ungkapnya, Selasa (31/01/2023).

Camat Raofi’i juga meminta agar warga Masyarakat, khususnya di Kecamatan Mesuji tetap tenang dan tidak panik menanggapi kabar yang belum pasti kebenarannya itu,” katanya.

Terpisah, Brigpol Endi Hendri, selaku Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo dan juga Wiralaga Mulya, mewakili Kasubsektor Mesuji mengatakan untuk tidak menyebarkan berita Hoax kepada masyarakat ,agar masyarakat atau orang tua yang memiliki anak kecil tidak panik dalam menyikapi berita Hoax tersebut menurutnya, Ia akan tindak tegas dan ada sangsi dipidananya.

“Untuk yang menyebar Hoax apabila terbukti ini bisa saja nantinya kita tindak dengan UU ITE, jadi masyarakat jangan mudah menyebarkan sebuah berita yang belum jelas asal usul beritanya yang malah membuat gaduh,” tutupnya.

(hdz).