Metro Lampung ,(Radarnews.id)- Kini Kondisi alat berat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro memprihatikan. Bagaimana tidak, terlihat sangat jelas Roller atau Wales yang terparkir di halaman belakang kantor tersebut usang dan tidak terawat, Rabu, (9 Agustus 2023).
Dari pantauan Awak Media, pasalnya terdapat beberapa bagian Wales yang sudah usang dan beberapa sil karet yang bocor, sehingga menyebabkan oli menetes di lantai serta dashboard bagian bawah sudah pada rusak. Padahal terlihat setiap tahunnya anggaran pemeliharaan alat berat tersebut disediakan setiap tahun.
Poto : Kondisi alat berat Dinas PU-TR Metro.

Diduga menimbulkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi alat berat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro jauh dari target.
Data yang terkumpul dari Badan Pengelola Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro, pada tahun 2020, PAD retribusi alat berat hanya terealisasi sekitar Rp. 17.349.325. Jumlah tersebut jauh dibandingkan dari targetnya yang mencapai Rp. 42.500.000.
Sekretaris BPPRD Kota Metro, Mirza Marta Hidayat menjelaskan, setiap tahunnya pemasukan retribusi alat berat rutin masuk dalam laporan PAD. Namun PAD yang masuk jauh dari yang di targetkan.
“Retribusi pemakaian kekayaan daerah dari alat berat Dinas PU selalu ada laporannya, namun memang nilainya tidak terlalu besar,” kata Dia, Kamis (9-8-2023).
Dia menjelaskan, tahun 2021 Dinas PUTR Kota Metro menargetkan sebesar Rp. 45.000.000, namun terealisasi hanya mencapai Rp. 18.238.400.
Pada tahun 2022, target retribusi pemakaian kekayaan daerah alat berat Dinas PUTR di targetkan Rp. 45.000.000, namun pendapatannya hanya Rp. 28.077.810.
Sementara, target PAD retribusi pemakaian kekayaan daerah alat berat Dinas PUTR tahun 2023 mencapai Rp 45 juta. Hingga bulan Juli tahun ini baru terealisasikan Rp. 2.244.000.
“Iya kalau alat berat seperti woles dipakai berapa kali dan bayarnya berapa rupiah itu kami enggak tahu. Kami cuma tahu nilai-nilai yang sudah disetorkan ke kasda, kan kita berdasarkan STS (surat tanda setoran),” ungkapnya.
Dia menambahkan, berbanding terbalik jika dilihat pada tahun 2019 lalu.
“Tahun 2019 lalu, data yang ada di kami untuk alat berat dari target 50 juta, terealisasi 50 juta,” ujarnya.
Dia menyebut, penurunan PAD yang terjadi tersebut karena terjadi kendala pada alat berat yang ada.
“Kalau seingat Saya, pada saat itu Mereka (Dinas PUTR) melaporkan ada kerusakan di peralatannya,” pungkasnya.
Sementara, Kepala dinas maupun Sekretaris Dinas PUTR Kota Metro belum bisa di konfirmasi terkait PAD retribusi alat berat. Sebab, tidak berada ditempat saat akan di konfirmasi.
(Krisna).
