Beranda Daerah Patroli Preventif Strike: Langkah Polres Metro Cegah Kriminalitas

Patroli Preventif Strike: Langkah Polres Metro Cegah Kriminalitas

433
BERBAGI

Metro Lampung, (Radarnews.id)- Kenakalan Remaja dan maraknya aksi tawuran saat ini berawal dari kesalahan dalam bergaul termasuk pengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang lainnya. Oleh sebab itu, Personil Polres Metro Polda Lampung selalu berusaha mencegah hal tersebut dengan memberikan teguran hingga membubarkan Remaja yang kedapatan nongkrong hingga larut malam.

Seperti yang dilakukan oleh polsek Jajaran Polres Metro di tengah melaksanakan patroli malam di seputar Wilayah Hukum Polres Metro Polda Lampung, Rabu (13/09/2023)

Personil Polres Metro Polda Lampung setelah setiap malam selalu memberikan arahan atau pesan kepada Anak Remaja yang sedang nongkrong di tepi jalan bahkan tidak sungkan untuk memeriksa badan dan lingkungan sekitar tempat para Remaja berkumpul.

Dalam kesempatan tersebut, Personil juga tidak lupa menyampaikan himbauan Kamtibmas. Himbauan tersebut disampaikan untuk mencegah Para Remaja minum minuman keras, dan pengaruh alkohol lainnya dan obat terlarang. .

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho S.IK, M.IK saat di temui di ruangannya mengatakan.

“Kami larang para Remaja untuk minum minuman keras serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Sehingga Mereka tidak terpengaruh alkohol yang bisa menyebabkan Mereka selalu berani dalam bertindak untuk melanggar hukum” tutur Kapolres itu.

Tidak hanya patroli menghampiri Remaja yang sedang nongkrong saja namun dimana Patroli di laksanakan oleh Personil dengan sasaran di sepanjang Jalan raya dan lingkungan Warga.

Patroli yang di lakukan pada malam hari, ke sejumlah wilayah sepi dan rawan terjadinya aksi tindak kejahatan, dengan mengendarai mobil patroli back bone. Selain itu, Petugas juga memperhatikan situasi dan kondisi dengan seksama. Jika mendapati orang yang mencurigakan, Petugas tidak segan untuk memeriksanya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pergaulan yang selama ini dialami perlu adanya pembinaan supaya tidak melanggar arah yang benar.

‘Jangan sampai mereka salah mengartikan sebuah kebebasan” tutupnya.

(Krisna).