Beranda Bisnis Suyono: Pasca Terbakarnya Pabrik PT SJIM Pembangunan Gedung Palm Karnel Oil (PKO)...

Suyono: Pasca Terbakarnya Pabrik PT SJIM Pembangunan Gedung Palm Karnel Oil (PKO) sudah Capai 30%.

398
BERBAGI

Metro Lampung ,(Radarnews.id)-Pasca musibah terbakarnya pabrik Palm Karnel Oil ( PKO ) milik PT Sinar Jaya Inti Mulya ( SJIM ) di jalan Walet RT 59 RW 12 kelurahan Banjarsari, kec. Metro Utara pada tanggal 08 Agustus 2023 sekira pukul 17.30 WIB, saat ini sedang dalam proses pengerjaan Pembangunannya,demikian disampaikan Suyono kepada Awak Media mewakili Pimpinan Perusahaan diruang kerjanya, Kamis 05/10/2023.

“Alhamdulilah, sejak terjadinya musibah terbakarnya Pabrik PKO PT SJIM, proses pembangunan saat ini sudah bejalan lebih dari 30% ( tiga puluh persen ) sebab memperbaiki sesuatu yang sudah rusak, tidak semudah membalik telapak tangan dalam mengerjakan pembangun sebuah Pabrik yang habis terbakar, oleh karenanya Kami perlu waktu guna menyelesaikan segala administrasi, disamping itu sambil menunggu lahan lokasi dingin di lokasi yang akan dibangun. Kalau Pagar sudah sekitar 25 % , sementara tiang dan kerangka atap sudah dipasang, sekarang sedang mengerjakan pondasi dudukan mesin pres” ucap Suyono.

Kalau Mesin mesinnya sudah di datangkan dari Pabrik yang di Bengkulu, memang kami di sana sedang membuat pabrik, nanti kalau gedung yang disini sudah jadi, maka alatnya mau dipasang pabrik yang habis terbakar kebakar ini, sehingga alat alat dan Mesin yang di sana 50 % dita bawa kesini.

“Mengingat Pekerja yang disini berasal dari lingkungan  disini, tentunya Mereka perlu makan termasuk nafkah anak dan Istri Mereka yang bekerja,  karena lebih dari 100 Orang Pekerja Kami adalah Warga lingkungan pabrik.

Pimpinan PT SJIM, memberikan limit waktu 3 ( tiga ) bulan harus jadi, makanya semua kontruksi sudah berdiri dan tinggal menunggu pemasangan Mesin Pres nya saja” ujarnya.

Ditanya berapa Kerugian Perusahaan ketika kebakaran. Suyono mengaku bukan wewenang Dirinya.

“Yang paham hanya Pimpinan dan ada bidang administrasi khusus, kalau Saya hanya menangani yang kasap mata saja seperti Kontruksi ini” jelasnya.

Kedepan, karena pabrik yang di bangun sekarang lebih besar ukuran antara 16 ( enam belas ) meter lebar dan panjang lebih kurang 100(seratus) meter. Harapannya mampu menyerap lebih banyak Tenaga kerja, karena pada dasarnya untuk Tenaga kerja, Pihaknya lebih mengutamakan Warga sekitar perusahaan.

Sekaligus secara tidak langsung membantu Pemerintah dalam mengurangi Pengangguran (sumber daya manusia) khususnya di kota Metro ini. Meskipun pabrik PKO terbakar, Pihak perusahaan tidak pernah Of, semua armada tetap di operasikan.

Hanya bedanya dulu sawit dari PKS ( pabrik Kelapa Sawit ) yang ada di Lampung dan Sumatra Selatan langsung diolah disini, sekarang dari PKS ditampung di Gudang pelabuhan panjang, selanjutnya dikirim ke pabrik yang ada di Kalimantan,
sehingga biaya tranportasi jadi membengkak.

“Kami sekarang menekankan kepada semua karyawan, mulai Sekuriti hingga Pekerja produksi, harus bekerja sama” pungkasnya.

(Krisna).