Beranda Daerah “Gas Elpiji 3Kg, Langkah dan Kembali Naik”

“Gas Elpiji 3Kg, Langkah dan Kembali Naik”

202
BERBAGI

Mesuji // RADARNEWS ID

Pemerintah menerapkan kebijakan baru yang membatasi penjualan LPG 3 kg hanya melalui pangkalan resmi terdaftar di Pertamina mulai 1 Februari 2025 kemarin. Kebijakan itu pun membuat LPG 3 kg menjadi langka dan harganya juga naik. Masyarakat merasakan kesulitan dalam memperoleh gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam dua hari terakhir.

Warga semakin resah setelah diberlakukannya kebijakan larangan penjualan gas elpiji 3 kg di warung pengecer yang mulai berlaku pada 1 Februari 2025 kemarin, Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dinilai menyulitkan warga yang selama ini mengandalkan warung sebagai tempat pembelian gas.

Triono, salah satu pemilik warung angkringan yang ada di Kecamatan Mesuji mengaku harus menempuh jarak hingga 2kilometer untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg.

“Sudah dua hari ini gas 3 kg mulai langka. Kalau tidak ada gas, bagaimana saya bisa berjualan? Saya tahu dengan kebijakan baru ini, tapi saya kurang setuju. Jarak yang jauh membuat saya lebih nyaman membeli di warung pengecer karena lebih efisien,” katanya, kepada media ini, Senin (03/02/25).

Ia sudah mencari gas elpiji 3 kg ke berbagai tempat, hasilnya nihil. “Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi?” keluhnya.

Selain kelangkaan, harga gas elpiji 3 kg juga mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai Rp 23.000 hingga 25.000 per tabung.

Iapun kini berharap kondisi ini segera tertangani, agar masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Gas 3 kg sekarang langka dan harganya naik. Warga banyak yang resah karena sulit mendapatkannya,” singkatnya.

(hdz)