Beranda Daerah Presiden Prabowo Tegaskan NU Pilar Persatuan Bangsa di Mujahadah Kubro Harlah 1...

Presiden Prabowo Tegaskan NU Pilar Persatuan Bangsa di Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU

81
BERBAGI

MALANG // RADARNEWS.ID

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026). Kehadiran Presiden menjadi penegasan komitmen negara dalam merawat persatuan dan kerukunan nasional bersama NU.

Dalam acara puncak rangkaian Harlah Satu Abad NU yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa NU selama satu abad telah membuktikan diri sebagai salah satu pilar utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Setiap kali negara dalam bahaya, NU selalu tampil menyelamatkan. Dalam perjuangan kemerdekaan pun, peran para kiai dan ulama sangat menentukan,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu jamaah.

Presiden menilai, kontribusi NU tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang moderat dan damai di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh pemimpin bangsa agar tidak memelihara rasa benci, dendam, maupun dengki, karena hal tersebut hanya akan melemahkan persatuan rakyat.

“Tidak ada bangsa yang kuat dan maju jika para pemimpinnya tidak rukun. Kita boleh berbeda pendapat, bersaing, dan berdebat, tetapi pada akhirnya semua pemimpin Indonesia harus bersatu demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa kemakmuran bangsa tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian, dan perdamaian hanya bisa hadir apabila para pemimpin di berbagai sektor mampu menjaga persatuan serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin untuk berjuang dengan hati bersih, tanpa diliputi rasa dendam dan kebencian, serta berhenti saling menyalahkan.

“Tugas pemimpin adalah melayani rakyat, bukan mencari kesalahan pihak lain,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan lintas iman, termasuk gereja, dalam menyukseskan Harlah Satu Abad NU. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama diajarkan oleh NU.

“Kita mungkin berbeda, tetapi kita harus hidup rukun dalam satu bangsa Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.

(Red).