Beranda Daerah Kampung Nelayan Merah Putih Bawa Perubahan, Peluang Kerja dan Pendapatan Warga Ketapang...

Kampung Nelayan Merah Putih Bawa Perubahan, Peluang Kerja dan Pendapatan Warga Ketapang Meningkat

5
BERBAGI

LAMSEL, Ketapang – RADARNEWS.ID

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Selain mendukung aktivitas nelayan, kawasan tersebut juga menghadirkan kesempatan kerja bagi warga sekitar serta memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan ikan.

Perubahan itu terungkap dalam dialog Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama masyarakat pada Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di kawasan KNMP Ketapang, Kecamatan Ketapang, Rabu (4/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah warga dan nelayan menyampaikan langsung manfaat yang telah mereka rasakan, sekaligus kebutuhan yang masih perlu diperhatikan.

Salah seorang warga Ketapang, Sepiah, mengungkapkan bahwa keberadaan KNMP membawa kemajuan bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja. Ia menjadi salah satu warga yang memperoleh pekerjaan sejak fasilitas itu hadir.

Manfaat serupa dirasakan para nelayan. Samsuri, nelayan setempat, mengatakan aktivitas melaut kini lebih lancar. Dalam sekali melaut, ia rata-rata dapat memperoleh hasil tangkapan sekitar 20 kilogram.

Selain itu, harga jual ikan senangin juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp32 ribu per kilogram.

“Sejak ada KNMP, pekerjaan kami sebagai nelayan lebih lancar. Harga ikan senangin juga mengalami kenaikan, dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” ungkap Samsuri.

Meski mulai merasakan manfaatnya, masyarakat berharap pengembangan KNMP terus berlanjut agar fasilitas yang tersedia semakin mampu menjawab kebutuhan nelayan.

Junianto, perwakilan nelayan Ketapang, mengapresiasi keberadaan kawasan tersebut yang dinilai membantu aktivitas perikanan. Namun, ia menyebut fasilitas tambat labuh masih menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi.

“Dengan adanya KNMP ini, kami sebagai nelayan merasa sangat terbantu. Namun, masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, salah satunya fasilitas tambat labuh. Kami berharap ke depan ada solusi agar kebutuhan nelayan di Desa Ketapang bisa terwujud,” ujarnya.

Harapan agar pengelolaan kawasan terus mendapat perhatian juga disampaikan Ketua Pengelola KNMP Ketapang, Amin. Menurutnya, pendampingan setelah pembangunan diperlukan agar fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan kawasan tersebut terus berkembang.

“Kami berharap setelah dibangun, KNMP ini tidak dibiarkan begitu saja. Kami masih membutuhkan arahan dan bantuan agar kawasan ini bisa terus berkembang bersama masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Amin.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Egi menegaskan bahwa keberadaan KNMP harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga keberlanjutan pemanfaatannya.

Ia juga menyoroti fungsi fasilitas pendukung, termasuk cold storage, yang dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mendukung kestabilan harga ketika produksi ikan melimpah.

Bupati Egi berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat fasilitas yang tersedia dengan baik. Ia juga menilai masukan dari nelayan dan pengelola menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi kebutuhan yang masih perlu diperhatikan untuk pengembangan KNMP ke depan.

Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, apresiasi, dan harapan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Dengan demikian, pengembangan KNMP Ketapang diharapkan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat pesisir dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan nelayan.

(Red).