Beranda Daerah Kehadiran Varietas Unggul Lampai Sirandah Untuk Menjawab Krisis Pangan

Kehadiran Varietas Unggul Lampai Sirandah Untuk Menjawab Krisis Pangan

488
BERBAGI

SIJUNJUNG (RADARNEWS.ID)-Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pertanian terus mengembangkan varietas unggul padi Lampai Sirandah dalam meningkatkan produktifitas pertanian terhadap masyarakat di Kabupaten Sijunjung. Bahkan saat ini varietas unggul itu sedang dikembangkan untuk diperbanyak dan akan segera dipanen dalam waktu dekat.

Hadirnya varietas unggul Lampai Sirandah yang sudah dipatenkan milik Sijunjung itu setelah melalui tahapan dan proses di Kementrian Pertanian, semakin memperkuat pembangunan daerah di sektor pertanian, yang mana merupakan basis perekonomian masyarakat di Ranah Lansek Manih.

“Pengembangan sedang kita lakukan untuk memperbanyak jumlah bibit. InsyaAllah sekitar dua minggu kedepan sudah bisa dipanen. Dengan demikian bibit varietas unggul Lampai Sirandah sudah bisa kita sebar kepada masyarakat,” tutur Kepala Dinas Pertanian, Ir.Ronaldi pada Senin (12/10).

Dijelaskannya, dalam satu hektar sawah, varietas Lampai Sirandah bisa menghasilkan padi sebanyak 9,77 ton untuk satu kali panen. Memiliki tinggi tanaman 104 cm dan memiliki ketahanan terhadap penyakit. Selain itu, aroma beras khas pandan, tekstur nasi yang lembut, berwarna putih dan rasa yang enak.

“Varietas unggul ini memiliki sejumlah kelebihan yang telah disempurnakan dari varietas sebelumnya. Sehingga memang ditujukan untuk tanaman unggul yang telah kita patenkan milik Sijunjung, menjadi ikon dan kebanggaan bagi Kabupaten Sijunjung,” ujarnya.

Pengujian tes lokasi pun telah dilakukan di sejumlah kecamatan yang ada. Dengan demikian varietas Lampai Sirandah cocok dengan kondisi geografis Sijunjung. “Meski persawahan kita tadah hujan, pengujian telah dilakukan. Sehingga cocok untuk semua wilayah di kabupaten kita. Apalagi di di daerah yang memiliki air yang cukup,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya mengatakan, kunci dari meningkatnya produktifitas adalah cara pengolahan dan perawatan dari petani itu sendiri. “Kita juga menerangkan bagaimana cara pengolahan dan perawatannya agar bisa memperoleh hasil panen yang memuaskan. Karena untuk lahan satu hektar varietas ini bisa menghasilkan sebanyak 9,77 ton padi,” jelasnya.

Meskipun nanti akan disebar, Ronaldi mengatakan bahwa benih pokok tidak tidak boleh keluar dari Sijunjung. “Benih pokok tetap kita yang pegang, namun benih sebar boleh dibagikan kemana saja. Karena varietas unggul ini sudah dipatenkan milik Sijunjung,” tambahnya.

Pihaknya berharap, hadirnya varietas unggul Lampai Sirandah bisa menjadi awal kemajuan dan kesejahteraan petani di Sijunjung. “Kita tidak bisa terlepas dari pertanian, karena ini dasar perekonomian kita. Kondisi Sijunjung yang surplus padi saat ini harus selalu kita pertahankan bersama. Menjawab kekhawatiran krisis pangan,” katanya menambahkan.

(the).